GARUT,METROJABAR.CO.ID – Warga Desa Selaawi, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, tampak antusias menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per penerima. Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran bantuan pangan berlangsung di Kantor Desa Selaawi, Jumat (18/9/2026). Sejumlah warga terlihat memenuhi halaman kantor desa untuk menerima bantuan yang disalurkan melalui Perum Bulog.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Ciamis, Johan Wahyudi, mengatakan setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan alokasi beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan.
"Karena alokasinya untuk sebulan 10 kilogram, jadi langsung kita berikan 30 kilogram per Penerima Bantuan Pangan (PBP)," kata Johan, Jumat (18/9/2026).
Menurut Johan, Desa Selaawi menjadi salah satu titik prioritas peninjauan karena berfungsi sebagai pusat distribusi bagi masyarakat di wilayah kecamatan tersebut. Selain itu, data penerima bantuan di wilayah tersebut dinilai telah tersedia secara akurat.
Secara keseluruhan, bantuan pangan di Kabupaten Garut menyasar sekitar 437.000 PBP dengan total alokasi beras mencapai kurang lebih 13.000 ton.
Johan menyebut progres penyaluran bantuan pangan di Garut sebelumnya telah mencapai sekitar 42 persen. Bulog menargetkan seluruh bantuan dapat tersalurkan hingga akhir September 2026 sesuai batas waktu yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Targetnya sampai akhir September insyaallah 100 persen. Kami memaksimalkan sebaik mungkin," ujarnya.
Selain mengejar target distribusi, Bulog juga menekankan pengawasan terhadap kualitas beras yang diterima masyarakat.
Johan mengatakan masyarakat maupun pemerintah desa diminta segera melapor apabila menemukan beras yang kondisinya tidak layak atau mengalami kerusakan.
"Kalau ada yang kurang layak atau tidak bagus ditemukan, jangan dulu dibagikan. Langsung desa lapor ke koordinator, dan Bulog siap langsung mengganti saat itu juga," tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pangan yang diterima masyarakat tetap memenuhi standar mutu dan kuantitas.
Dari total penyaluran beras di wilayah Priangan Timur yang mencapai sekitar 34.000 ton, Bulog mengakui tetap mengantisipasi adanya kendala teknis pada sebagian kecil komoditas.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VI, Imas Aan Ubudiah, menegaskan pentingnya pengawasan terhadap program bantuan pangan pemerintah.
Sebagai mitra kerja Bulog, Komisi VI DPR RI turut melakukan pengawasan agar program bantuan pangan benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran.
"Tujuannya mengontrol. Jangan sampai program pemerintah yang sudah bagus tidak diawasi, tidak dikontrol supaya tepat sasaran," kata Imas.
Ia menilai mekanisme pendataan dan verifikasi penerima bantuan saat ini sudah menggunakan sistem berbasis data dan aplikasi. Dalam proses penyaluran, penerima juga didokumentasikan sebagai bagian dari proses verifikasi.
Imas menyebut pengawasan di lapangan penting dilakukan untuk memastikan bantuan yang telah dialokasikan pemerintah tidak salah sasaran.
Ia juga meminta kualitas beras menjadi perhatian serius. Apabila masyarakat menerima beras yang kondisinya tidak baik, menurutnya, harus segera ditindaklanjuti dengan penggantian.
"Kalau misalkan ada yang mendapatkan, kualitasnya tidak bagus, apalagi berasnya sudah ada kutu, langsung diganti," ujarnya.
Imas mengatakan program bantuan beras tersebut perlu terus dikawal karena manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama kelompok penerima yang membutuhkan dukungan pangan.
"Pokoknya setiap wilayah apa yang kita mampu, sekarang beras aja dulu yang penting. Jangan muluk-muluk yang lain dulu, kasihan yang di bawah," katanya.
Dengan penyaluran bantuan untuk periode tiga bulan sekaligus, pemerintah dan Bulog diharapkan tidak hanya mengejar target distribusi, tetapi juga memastikan beras yang diterima masyarakat berkualitas dan bantuan benar-
benar sampai kepada penerima yang berhak.***
Peringatan Hari Santri Nasional dan MTQ ke-48 Perkuat Nilai-Nilai Al-Quran
Lola Nelria Oktavia Realisasikan Aspirasi Petani, Traktor Roda Empat Diserahkan ke Kelompok Tani di Garut
T.I.M.C Resmi Aktif Kembali, Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Karyawan
Ketua Tim 18 Jabar Sebut KDMP di Garut Siap Beroperasi
Polemik Capacity Building ke Jogja, Dinkes Garut Siap Jika Diperiksa Inspektorat
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!