Logo BeritaKini
Breakingnews
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Puspenpol Ungkap Capaian Astacita di 8 Sektor Strategis
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
NASIONAL

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Puspenpol Ungkap Capaian Astacita di 8 Sektor Strategis

person

REPORTER

Caca Cariwan

Editor

Tim MetroJabar

Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:18 WIB

JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto periode 2024–2026 menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program prioritas nasional. Pusat Penerangan Politik (Puspenpol) menilai berbagai kebijakan pemerintah menunjukkan upaya konkret dalam merealisasikan delapan pilar Astacita, mulai dari ketahanan pangan, kemandirian energi, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan diplomasi Indonesia di tingkat global.


Direktur Strategis Puspenpol, Abizar Machmud, menyampaikan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo yang berfokus pada penguatan fondasi ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta kedaulatan nasional.


Menurut Abizar, pelaksanaan program Astacita selama dua tahun terakhir mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan yang terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Data dua tahun pemerintahan menunjukkan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mengeksekusi Program Astacita secara terukur dan berdampak langsung pada masyarakat. Mulai dari stabilisasi harga pangan dan energi, modernisasi pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan posisi Indonesia di ranah internasional,” ujar Abizar Machmud dalam keterangannya.


Delapan Pilar Astacita Jadi Fokus Pembangunan Nasional


Puspenpol menyoroti delapan sektor strategis yang menjadi fokus pelaksanaan Astacita selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


1. Swasembada Pangan dan Penguatan Pertanian


Di sektor pangan, pemerintah mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen.


Upaya tersebut juga mencakup penyaluran lebih dari 88.000 unit pompa air, pembangunan lebih dari 3.000 kilometer jaringan irigasi, serta pengadaan 4.582 kapal penangkap ikan untuk mendukung produktivitas nelayan.


Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri.


2. Kemandirian Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan


Pada sektor energi, agenda kemandirian nasional antara lain diwujudkan melalui penerapan mandatori biodiesel B50 mulai Juli 2026, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt, serta legalisasi 45.000 sumur minyak rakyat.


Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri, dan mendorong pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.


3. Program Makan Bergizi Gratis dan Peningkatan Layanan Kesehatan


Di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam mendukung kualitas sumber daya manusia.


Selain itu, pemerintah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis dengan sasaran 130 juta orang. Dukungan bagi tenaga medis juga diperkuat melalui tunjangan sebesar Rp30 juta per bulan bagi dokter spesialis yang bertugas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sebagaimana tercantum dalam data yang disampaikan Puspenpol.


Program-program tersebut diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan, meningkatkan deteksi dini penyakit, serta memperbaiki kualitas gizi masyarakat.


4. Modernisasi Pendidikan dan Peningkatan Kesejahteraan Guru


Sektor pendidikan turut menjadi perhatian melalui revitalisasi puluhan ribu sekolah dan penyediaan dua juta layar interaktif untuk mendukung proses pembelajaran.


Pemerintah juga mengembangkan Satgas Jembatan dengan capaian pembangunan lebih dari 3.000 jembatan, serta meningkatkan tunjangan guru non-ASN menjadi Rp2 juta per bulan.


Modernisasi sarana pendidikan dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik diharapkan memperluas akses pendidikan yang layak, terutama bagi masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.


5. Hilirisasi Industri dan Penguatan Investasi melalui Danantara


Dalam bidang ekonomi, hilirisasi industri dan penguatan investasi menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional.


Puspenpol menyoroti konsolidasi aset dan investasi negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), pengembangan mobil nasional Maung Garuda, serta program pelatihan 15.000 insinyur semikonduktor.


Langkah tersebut dinilai berpotensi memperkuat industri nasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor teknologi, dan mendorong Indonesia naik dalam rantai nilai industri global.


6. Program Perumahan dan Pembangunan Infrastruktur


Di sektor perumahan, pemerintah menyiapkan kuota subsidi 350.000 rumah per tahun dan program bedah rumah sebanyak 400.000 unit.


Puspenpol juga menyoroti rencana pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer di pesisir utara Jawa serta pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy (WTE).


Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, meningkatkan ketahanan kawasan pesisir, dan mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.


7. Perlindungan Pekerja dan Penguatan Bantuan Sosial


Pada aspek perlindungan sosial, Puspenpol mencatat sejumlah kebijakan yang ditujukan untuk memperkuat jaring pengaman masyarakat.


Program yang disoroti meliputi pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) sebagaimana disebutkan dalam materi Puspenpol, pembentukan Satgas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000, serta Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp900.000.


Pemerintah juga mendorong penyatuan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk meningkatkan ketepatan sasaran program bantuan dan memperkuat efektivitas kebijakan kesejahteraan.


8. Penegakan Hukum, Reformasi Birokrasi, dan Diplomasi Global


Di bidang hukum dan tata kelola pemerintahan, Puspenpol menyoroti penertiban 6,2 juta hektare kawasan hutan dan perkebunan ilegal serta efisiensi anggaran belanja negara sebesar Rp306,17 triliun.


Sementara itu, keanggotaan resmi Indonesia di BRICS menjadi salah satu capaian yang disoroti dalam penguatan diplomasi dan kerja sama ekonomi internasional.


Kombinasi penegakan hukum, efisiensi anggaran, dan perluasan kemitraan global tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola negara sekaligus meningkatkan posisi strategis Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia.


Puspenpol Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Keberlanjutan Program


Abizar Machmud menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya diukur dari pelaksanaan kebijakan dan besarnya anggaran, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Menurutnya, stabilitas makroekonomi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.


“Langkah strategis ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus memastikan perlindungan bagi lapisan masyarakat terbawah. Puspenpol akan terus mengawal dan melakukan penilaian independen terhadap keberlanjutan program-program ini ke depan,” tutup Abizar.


Dengan demikian, dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan Astacita di berbagai sektor. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh program berjalan secara konsisten, transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat Indonesia.


Catatan redaksi: Angka capaian, status kebijakan, dan rincian program dalam berita ini mengacu pada materi yang disampaikan Puspenpol. Verifikasi tambahan terhadap data resmi dan status regulasi diperlukan sebelum publikasi, terutama untuk angka capaian lintas sektor dan penyebutan nomor undang-undang ***

visibility Dilihat: 32 kali
Gabung Saluran WhatsApp Kami

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.