GARUT,METROJABAR.CO.ID – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis dinilai siap beroperasi. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Tim 18 KDMP Wilayah Jawa Barat, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, setelah melakukan verifikasi dan validasi langsung terhadap pembangunan infrastruktur koperasi di tiga wilayah tersebut.
Asisten Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan mengatakan, timnya telah melakukan pemeriksaan secara maraton selama satu pekan dengan mendatangi 40 titik KDMP yang tersebar di Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kelengkapan sarana pendukung sebelum koperasi mulai menjalankan operasionalnya.
“Saya sudah melihat secara langsung. Tim saya dalam satu minggu berturut-turut secara maraton datang di 40 titik yang ada di Ciamis, Garut, dan Tasikmalaya. Kita bersyukur bahwa infrastrukturnya sudah terbangun semua,” ujar Yayan Sofiyan saat melakukan verifikasi dan validasi KDMP Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pembangunan KDMP di wilayah tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas yang mengacu pada standarisasi nasional. Fasilitas itu meliputi bangunan toko, koperasi, gudang atau pergudangan, hingga klinik.
Selain infrastruktur fisik, setiap koperasi juga didukung kendaraan operasional untuk menunjang distribusi barang dan menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan.
Kendaraan tersebut di antaranya truk, mobil pikap, serta kendaraan roda tiga atau Tosa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan hingga ke pelosok desa.
“Ini infrastruktur standarisasi nasional. Ada toko, ada koperasi, ada warehouse atau pergudangan, ada klinik, serta kendaraan operasional berupa truk, pikap, dan Tosa untuk menjangkau pelosok-pelosok desa yang paling terpencil,” katanya.
Yayan menilai, keberadaan fasilitas tersebut menjadi modal penting bagi KDMP dalam menjalankan fungsi pelayanan ekonomi masyarakat desa. Dengan dukungan sarana yang memadai, koperasi diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk warga yang berada jauh dari pusat aktivitas ekonomi.
Ia juga memastikan, berdasarkan hasil pemeriksaan langsung dan verifikasi data, berbagai persoalan kecil yang ditemukan di lapangan tidak dinilai sebagai hambatan utama untuk memulai operasional.
“Permasalahan-permasalahan kecil saya kira tidak menjadi masalah utama ataupun permasalahan pokok yang dapat menghambat operasional. Saya sangat yakin, berdasarkan verifikasi dan validasi data serta melihat secara konkret di lapangan, KDMP yang ada di Kabupaten Ciamis, Garut, dan Tasikmalaya sudah siap operasional,” tegasnya.
Meski demikian, kesiapan operasional tersebut tetap perlu diikuti dengan pengelolaan koperasi yang baik, ketersediaan barang, serta pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan selesainya pembangunan infrastruktur dan tersedianya kendaraan operasional, KDMP di tiga wilayah Jawa Barat tersebut diharapkan dapat segera menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian desa.
Verifikasi dan validasi yang dilakukan Tim 18 menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan di lapangan, sehingga keberadaan KDMP tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat.***
Peringatan Hari Santri Nasional dan MTQ ke-48 Perkuat Nilai-Nilai Al-Quran
Lola Nelria Oktavia Realisasikan Aspirasi Petani, Traktor Roda Empat Diserahkan ke Kelompok Tani di Garut
T.I.M.C Resmi Aktif Kembali, Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Karyawan
Polemik Capacity Building ke Jogja, Dinkes Garut Siap Jika Diperiksa Inspektorat
Kejar Pelaku Jambret HP di Cibatu Garut, Korban Malah Dihadang Arit
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!