Logo BeritaKini
Breakingnews
Lapas Perempuan Bandung Gelar Razia, 30 Orang Tes Urine
METROPOLITAN

Lapas Perempuan Bandung Gelar Razia, 30 Orang Tes Urine

person

REPORTER

Caca Cariwan

Editor

Tim MetroJabar

Rabu, 16 September 2026 | 22:19 WIB

BANDUNG, METROJABAR | Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung menggelar penggeledahan kamar hunian dan tes urine bagi warga binaan serta petugas, Rabu (16/9/2026) malam. Kegiatan tersebut melibatkan Koramil 1810/Arcamanik, Polsek Arcamanik, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung.


Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat komitmen Lapas Perempuan Bandung dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (HALINAR).


Penggeledahan dipimpin langsung Kepala Lapas Perempuan Bandung, Rika Aprianti, dengan melibatkan jajaran pegawai bersama aparat penegak hukum. Tim gabungan menyisir delapan kamar hunian warga binaan.


Dari hasil pemeriksaan, petugas masih menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, di antaranya barang pecah belah dan benda tajam. Seluruh barang temuan kemudian diamankan, didata, serta ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.




Selain penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap 20 warga binaan dan 10 petugas. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif narkoba.


Kepala Lapas Perempuan Bandung, Rika Aprianti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.


“Kegiatan ini merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, sekaligus komitmen kami dalam mewujudkan Lapas Perempuan Bandung yang bebas dari HALINAR. Sinergi bersama aparat penegak hukum akan terus diperkuat guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib,” ujar Rika.


Menurutnya, kolaborasi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan di lingkungan lapas. Melalui kegiatan tersebut, potensi gangguan keamanan, penyalahgunaan narkoba, maupun keberadaan barang terlarang diharapkan dapat terus diminimalkan.


Kegiatan penggeledahan dan tes urine ini sekaligus menjadi bentuk sinergitas Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung bersama aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif. ***

visibility Dilihat: 68 kali
Gabung Saluran WhatsApp Kami

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.