METROJABAR.CO.ID– Keterampilan komunikasi yang empatik menjadi salah satu faktor penting dalam mendampingi individu yang menghadapi permasalahan psikologis. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog, Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (UNISBA), Putri Rossya Ardelia Hasanah, S.Psi., menggelar pelatihan komunikasi suportif bagi pekerja sosial di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya (Satpelsos GBK) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Keterampilan Komunikasi Suportif Pekerja Sosial dalam Mendampingi Warga Binaan Sosial dengan Permasalahan Psikologis” tersebut dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 dan diikuti lima pekerja sosial.
Program ini menjadi bagian dari layanan psikologi profesi psikolog umum pada latar layanan komunitas. Tujuannya, memperkuat kemampuan pekerja sosial dalam berkomunikasi secara suportif agar dapat memberikan respons yang tepat, memahami kebutuhan emosional, serta mendukung kondisi psikologis Warga Binaan Sosial (WBS) selama proses pendampingan.
Melalui pendekatan pelatihan keterampilan atau skills training, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan komunikasi suportif yang dapat diterapkan dalam pelayanan sosial sehari-hari.
Pelatihan berlangsung selama dua jam tiga puluh menit dan dibagi menjadi dua sesi utama. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep komunikasi suportif, pentingnya memahami pengalaman emosional WBS, serta berbagai bentuk dukungan yang dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Peserta juga diperkenalkan pada prinsip Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis, termasuk pemahaman mengenai batas peran pekerja sosial dalam memberikan dukungan kepada individu yang menghadapi permasalahan psikologis.
Keterangan foto: mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog, Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (UNISBA), Putri Rossya Ardelia Hasanah, S.Psi., menggelar pelatihan komunikasi suportif bagi pekerja sosial di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya (Satpelsos GBK) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman pendampingan. Melalui proses tersebut, para pekerja sosial diajak mengenali pentingnya mendengarkan dengan penuh perhatian, memahami perasaan WBS, serta menghindari respons yang berpotensi membuat individu merasa tidak didengar atau tidak dipahami.
Komunikasi suportif bukan sekadar menyampaikan nasihat, melainkan juga membangun ruang yang aman bagi WBS untuk mengungkapkan pengalaman dan kebutuhannya.
Dengan keterampilan tersebut, pekerja sosial diharapkan mampu menyesuaikan cara berkomunikasi dengan situasi yang dihadapi, sekaligus mengetahui kapan perlu mengarahkan WBS untuk memperoleh bantuan profesional lebih lanjut.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, sesi kedua diisi dengan praktik role play atau bermain peran menggunakan skenario yang menggambarkan situasi pendampingan WBS dengan permasalahan psikologis.
Dalam latihan tersebut, peserta mempraktikkan keterampilan mendengarkan secara aktif, merespons perasaan yang disampaikan, serta menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Setelah praktik berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian umpan balik dan refleksi bersama. Peserta diajak mengevaluasi cara berkomunikasi yang telah dilakukan, mengidentifikasi kelebihan, serta mengenali aspek yang masih perlu dikembangkan.
Metode praktik ini memberikan kesempatan kepada pekerja sosial untuk mempelajari penerapan komunikasi suportif secara lebih konkret, bukan hanya memahami konsep melalui penjelasan materi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan keterlibatan aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, dan latihan. Hasil evaluasi juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai komunikasi suportif dan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan WBS.
Meski demikian, penguatan keterampilan tetap memerlukan penerapan secara konsisten dalam kegiatan pendampingan sehari-hari.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, para peserta memperoleh Modul Komunikasi Suportif yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran sekaligus panduan praktis ketika mendampingi WBS dengan permasalahan psikologis.
Modul tersebut diharapkan membantu pekerja sosial mengingat prinsip-prinsip komunikasi suportif dan menggunakannya sebagai acuan dalam merespons berbagai situasi pendampingan.
Keberadaan panduan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembelajaran setelah pelatihan selesai. Dengan demikian, materi yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat dipelajari kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan.
Berdasarkan hasil evaluasi, pekerja sosial Satpelsos GBK Cisarua memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan. Materi dinilai relevan dengan tugas pendampingan, disampaikan secara jelas dan menarik, serta mudah dipahami.
Diskusi, berbagi pengalaman, dan praktik bermain peran juga dinilai membantu peserta memahami bagaimana komunikasi suportif diterapkan dalam situasi nyata.
Penguatan keterampilan komunikasi suportif menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendampingan bagi WBS, khususnya mereka yang menghadapi tantangan psikologis.
Melalui komunikasi yang empatik, kemampuan mendengarkan secara aktif, dan respons yang sesuai, pekerja sosial diharapkan dapat membangun hubungan pendampingan yang lebih baik serta membantu WBS merasa didengar dan dipahami.
Kegiatan yang dilaksanakan Putri Rossya Ardelia Hasanah di Satpelsos GBK Cisarua ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas pekerja sosial dalam memberikan dukungan psikologis awal sesuai batas peran dan kompetensinya.
Ke depan, penggunaan modul, praktik keterampilan secara berkelanjutan, serta refleksi atas pengalaman pendampingan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan sosial.
Dengan dukungan yang tepat dan komunikasi yang lebih suportif, proses pendampingan diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan psikologis WBS, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pelayanan sosial yang lebih peduli, aman, dan manusiawi***
Perkuat Kinerja dan Profesionalisme Pekerja Sosial, Mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi UNISBA Beri Pendampingan Pegawai Griya Bina Karya Cisarua
Aksi Nyata dan Berdampak Prodi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi UNISBA Dampingi Pegawai GBK Cisarua
Abizar Machmud Sebut Renovasi Sekolah Strategis, Ini Alasannya untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Bantuan Pendidikan Jabar Sakola
Mensos Tawarkan Lulusan Poltekesos untuk Mengabdi di Lingkungan Sekolah Rakyat
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!