Logo BeritaKini
Breakingnews
OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal Indonesia, Tanggapi Evaluasi MSCI
Foto ilustrasi
EKONOMI

OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal Indonesia, Tanggapi Evaluasi MSCI

person

REPORTER

Caca Cariwan

Editor

Tim MetroJabar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 12:27 WIB

JAKARTA, METROJABAR.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat reformasi pasar modal Indonesia menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rencana konsultasi reklasifikasi status Indonesia.


Dalam pengumuman pada 15 Oktober 2026, MSCI menyatakan akan memulai periode konsultasi atas proposal reklasifikasi status Indonesia. Menanggapi hal tersebut, OJK menegaskan akan terus melakukan pembenahan pasar modal, memperkuat transparansi, serta menindaklanjuti berbagai masukan dari lembaga penyedia indeks global dan investor institusi.


OJK juga mencermati secara serius sejumlah aspek yang dinilai masih memerlukan penyempurnaan guna memperkuat integritas dan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.


Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pihaknya menghormati pandangan MSCI dan tetap berkomitmen menjalankan agenda reformasi pasar modal secara berkelanjutan.


Menurut Friderica, MSCI telah mengakui berbagai inisiatif reformasi yang dilakukan Indonesia. Langkah tersebut mencakup publikasi informasi kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman konsentrasi kepemilikan saham tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC), serta kebijakan baru mengenai peningkatan batas minimum saham beredar di publik atau free float.


“Kami menghormati independensi lembaga-lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan yang diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Friderica dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).


OJK Optimistis Pasar Modal Indonesia Tetap Prospektif


Di tengah evaluasi MSCI, OJK menilai pasar modal domestik masih memiliki prospek yang menarik. Optimisme tersebut ditopang oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, pertumbuhan basis investor, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif.


OJK memandang berbagai indikator tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat posisi pasar modal Indonesia di tengah dinamika pasar keuangan global.


Namun, penguatan fundamental tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan transparansi, tata kelola, keterbukaan informasi, dan konsistensi penegakan hukum. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pasar modal yang kredibel, berintegritas, dan mampu memberikan perlindungan lebih baik kepada investor.


Penegakan Hukum Jadi Bagian Penting Reformasi Pasar Modal


Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.


Salah satu fokus utama dalam agenda tersebut adalah penguatan penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.


Menurut Hasan, penegakan hukum menjadi elemen penting untuk menjaga integritas pasar, meningkatkan kepercayaan investor, serta memastikan kegiatan pasar modal berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.


“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” kata Hasan.


Komitmen tersebut menegaskan bahwa reformasi pasar modal tidak hanya berorientasi pada peningkatan transparansi dan penyempurnaan kebijakan, tetapi juga pada penguatan pengawasan serta kepastian penegakan aturan.


OJK Perkuat Komunikasi dengan MSCI dan Investor Global


Ke depan, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus membangun komunikasi konstruktif dengan lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta investor institusi internasional.


Komunikasi berkelanjutan tersebut bertujuan menyampaikan perkembangan terbaru reformasi pasar modal Indonesia sekaligus memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan untuk penyempurnaan lebih lanjut.


Melalui langkah tersebut, OJK berharap proses reformasi dapat berjalan secara terukur, konsisten, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pasar serta praktik terbaik yang berlaku secara internasional.


Penguatan transparansi, integritas, tata kelola, dan penegakan hukum diharapkan menjadi fondasi penting bagi pasar modal Indonesia untuk menjaga kepercayaan investor, meningkatkan daya saing, dan memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


OJK menegaskan bahwa reformasi pasar modal akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem investasi yang sehat, kredibel, transparan, dan berkelanjutan ***

visibility Dilihat: 38 kali
Gabung Saluran WhatsApp Kami

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.