Logo BeritaKini
Breakingnews
UPI dan MGMP Sosiologi Bandung Perkuat Kapasitas Guru, Dorong Pembelajaran Berbasis Riset
(FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Bandung menggelar workshop penguatan kapasitas guru dalam pembelajaran berbasis riset.
PENDIDIKAN

UPI dan MGMP Sosiologi Bandung Perkuat Kapasitas Guru, Dorong Pembelajaran Berbasis Riset

person

REPORTER

Caca Cariwan

Editor

Tim MetroJabar

Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:44 WIB
METROJABAR | Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Bandung menggelar workshop penguatan kapasitas guru dalam pembelajaran berbasis riset.

Kegiatan bertajuk "Penguatan Kapasitas Guru Sosiologi dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Pendampingan Penulisan Penelitian Siswa" tersebut berlangsung di Gedung FPIPS UPI, Bandung, Jumat (21/8/2026).

Workshop ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran Sosiologi yang kontekstual, kritis, sekaligus mendorong siswa mengenal dan menerapkan proses penelitian sosial.

Kolaborasi UPI dan MGMP Sosiologi Kota Bandung tersebut juga menjadi ruang pengembangan profesional bagi guru, khususnya dalam mengintegrasikan keterampilan riset ke dalam proses pembelajaran di sekolah.


Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Siti Komariah, M.Si., Ph.D. yang membawakan materi Pembelajaran Sosiologi Berbasis Riset serta Dr. Wilodati, M.Si. dengan materi Menyusun Proposal Penelitian Siswa yang Kompetitif.

Siti Komariah menjelaskan, pembelajaran Sosiologi berbasis riset dapat menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah siswa.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi. Mereka didorong untuk mencari dan menggunakan data, memeriksa bukti, menyusun pertanyaan, serta membangun argumentasi berdasarkan informasi empiris.

Menurut Siti, penerapan pembelajaran berbasis riset tidak harus dimulai dengan penelitian yang kompleks. Guru dapat menerapkannya secara bertahap sesuai kondisi pembelajaran dan karakteristik siswa.

Tahap awal dapat dilakukan dengan menghadirkan hasil penelitian atau data sebagai sumber belajar. Selanjutnya, siswa diajak menganalisis bukti, mengkritisi informasi, hingga memperoleh pengalaman melakukan penelitian sosial secara lebih mandiri dan terarah.

Sekretaris Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI itu menilai, pendekatan tersebut memungkinkan guru mengembangkan materi Sosiologi dengan menghubungkannya pada fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan siswa.

"Guru dapat memilih materi Sosiologi yang relevan dengan pembelajaran di sekolah, kemudian menghubungkannya dengan fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan para murid,"jelas Siti.

Ia menambahkan, workshop dirancang agar guru memiliki gambaran praktis dalam menerapkan riset ke dalam pembelajaran. Peserta diajak mengembangkan materi Sosiologi berdasarkan beberapa tingkat keterlibatan riset, mulai dari penggunaan data dan hasil penelitian hingga memberikan pengalaman penelitian sosial kepada siswa.


Sementara itu, Dr. Wilodati yang juga Ketua Tim PKM menuturkan, interaksi antara tim PKM UPI dan para guru dalam workshop menjadi momentum untuk membahas berbagai tantangan dalam penerapan pembelajaran berbasis riset.

Tantangan tersebut meliputi karakteristik materi pembelajaran, kemampuan dan kebutuhan peserta didik, keterbatasan waktu, hingga ketersediaan sumber daya di masing-masing sekolah.

Karena itu, menurut Wilodati, pembelajaran berbasis riset perlu dikembangkan secara adaptif. Namun, fleksibilitas tersebut tetap harus diarahkan pada tujuan utama, yakni membangun rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan siswa dalam menggunakan bukti untuk memahami berbagai fenomena sosial.

"Kompetensi riset tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan profesionalisme guru,"ujar Wilodati.

Kolaborasi Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI dengan MGMP Sosiologi Kota Bandung diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk berkembang menjadi bagian dari ekosistem akademik yang mendorong guru terus berinovasi dalam pembelajaran sekaligus mengembangkan kegiatan penelitian.

Wilodati berharap penguatan kompetensi riset melalui kegiatan PKM tersebut mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang, baik bagi guru maupun siswa.

Melalui penguatan kapasitas guru, pembelajaran Sosiologi diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu melatih siswa membaca realitas sosial secara kritis, menggunakan data secara tepat, dan menyusun argumentasi berdasarkan bukti.

Pada akhirnya, sinergi antara UPI dan MGMP Sosiologi Kota Bandung diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan mutu pembelajaran Sosiologi serta mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, ilmiah, dan peka terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitarnya **
visibility Dilihat: 61 kali
Gabung Saluran WhatsApp Kami

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.