Logo BeritaKini
Breakingnews
Warga Binaan Lapas Garut Belajar Mandiri Lewat Ketahanan Pangan
Warga binaan lapas Garut belajar mandiri lewat ketahanan pangan.
DAERAH

Warga Binaan Lapas Garut Belajar Mandiri Lewat Ketahanan Pangan

person

REPORTER

Agus Kusmayadi

Editor

Tim MetroJabar

Selasa, 08 September 2026 | 11:51 WIB

GARUT,METROJABAR.CO.ID – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut, Jawa Barat, masa menjalani pidana tidak hanya diisi dengan rutinitas pembinaan. Sejumlah warga binaan justru mendapat kesempatan untuk belajar bekerja dan mengembangkan keterampilan melalui program ketahanan pangan.


Program tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Garut memberikan bekal kemandirian kepada warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.


Sejak pagi, warga binaan terlihat beraktivitas di lahan pertanian yang berada di lingkungan Lapas Kelas IIA Garut. Mereka melakukan berbagai pekerjaan mulai dari menanam, merawat tanaman hingga memanen hasil pertanian.


Pembinaan juga dikembangkan melalui sektor peternakan, salah satunya budidaya ayam petelur.


Di lokasi peternakan, warga binaan terlibat langsung dalam proses pemeliharaan ayam, mulai dari pemberian pakan, perawatan hingga pengumpulan telur hasil produksi.


Produktivitas peternakan ayam petelur tersebut terbilang cukup besar. Dalam sehari, hasil panen telur di Lapas Garut mencapai sekitar 160 kilogram.


Salah seorang warga binaan, Agus Sopyan, mengaku telah mengikuti program kemandirian budidaya ayam petelur selama sekitar lima bulan.


Menurutnya, keterlibatan dalam program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman bekerja, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan dan rasa percaya diri.


“Selama mengikuti program ini, saya banyak belajar tentang cara merawat ayam, memberikan pakan sampai proses panen telur,” ujar Agus. Selasa (8/9/2026). 


Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, mengatakan program ketahanan pangan yang melibatkan warga binaan merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah sekaligus upaya memperkuat pembinaan kemandirian.


Di Lapas Garut, kata dia, program ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada ayam petelur. Sejumlah komoditas dan peternakan lainnya juga dikembangkan, seperti ayam pedaging, domba hingga sapi.


Program serupa juga telah dilaksanakan di sejumlah lapas di Jawa Barat.


“Untuk di Jawa Barat, program ketahanan pangan ini sudah dilaksanakan di 22 lapas. Untuk ayam petelur sendiri jumlahnya mencapai sekitar 20.800 ekor,” kata Rusdedy.


Hasil produksi dari program tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Selain dipasarkan kepada masyarakat, hasil pertanian dan peternakan juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan lapas serta memasok sejumlah mitra dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Menurut Rusdedy, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara kelembagaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi warga binaan.


Pasalnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana diharapkan dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat.


Rusdedy menambahkan, dalam pelaksanaan program ketahanan pangan, warga binaan juga diberikan upah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Hal ini menjadi bagian penting dalam konsep pembinaan yang dikembangkan Lapas Garut.


“Melalui program ketahanan pangan ini, warga binaan tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapatkan pembelajaran dan pengalaman. Sesuai amanat undang-undang, mereka juga diberikan upah,” jelasnya.


Program tersebut sekaligus menjadi upaya mengubah cara pandang terhadap masa menjalani pidana.


Masa pidana tidak semata-mata dipandang sebagai bentuk hukuman, tetapi juga sebagai kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, bekerja, berkarya dan mempersiapkan diri sebelum kembali menjadi bagian dari masyarakat.


Dengan keterampilan di bidang pertanian dan peternakan yang diperoleh selama berada di Lapas Garut, warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandir

i setelah menyelesaikan masa pidananya.***

visibility Dilihat: 102 kali
Gabung Saluran WhatsApp Kami

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.