Siswa SMKN 6 Garut Kecewa Potongan Bantuan PIP Hingga 50 Persen,Pihak Sekolah Bantah Terlibat

- Reporter

Rabu, 5 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang siswa SMKN 6 Garut yang mendapatkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Salah seorang siswa SMKN 6 Garut yang mendapatkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

GARUT, METROJABAR,CO.ID– Siswa SMKN 6 Kabupaten Garut, mengeluhkan adanya praktek pemotongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Tak tanggung – tanggung, disinyalir besaran jumlah pemotongan dana bantuan tersebut hingga mencapai 50 persen.

Sehingga, hal tersebut mengundang reaksi kekecewaan dari para siswa termasuk orangtua. Salah satunya yang dirasakan oleh siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 3 yakni Syarifah. Syarifah mengatakan bahwa dirinya baru pertama kali semenjak di sekolah tersebut memperoleh bantuan PIP.

“Semua siswa yang penerima PIP dipotong sebesar 50 persen. Pihak yang melakukan pemotongan sih katanya oleh pihak desa karena kami berdasarkan petunjuk pihak sekolah,” terangnya usai mengikuti antrian proses pencairan di Bank BNI Cabang Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hal tersebut ia ungkapkan atas dasar kabar pemotongan dana bantuan PIP usai proses pencairan gelombang I yang dilakukan Kamis (28/2). Bahkan ia mendengar kabar adanya bentuk protes orangtua siswa yang penerima PIP merobek buku tabungan karena kekecewaannya ada pemotongan tersebut dari jumlah nominal sebesar Rp 1,8 juta namun yang diterima sebesar Rp 900 ribu.

“Kamis kemarin ada yang sampai merobek buku tabungan, infonya kecewa karena dipotong t rl aku besar. Jelas saya sangat menyesalkan terlebih bantuan itu guna meribgabkab kebutuha biaya sekolah kami,” tutur Diana.

Dugaan pungli ini memicu keresahan di kalangan siswa maupun orang tua. Banyak yang merasa keberatan karena dana PIP adalah hak siswa kurang mampu yang seharusnya diterima penuh tanpa potongan apa pun.

Dana PIP, yang merupakan program pemerintah untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu, didistribusikan tanpa potongan berdasarkan ketentuan resmi. Potongan apa pun yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk keperluan di luar aturan jelas bertentangan dengan peraturan dan mencederai hak siswa.

Sementara, pihak SMKN 6 Kabupaten Garut membantah adanya pemotongan dilakukan oleh pihak sekolah. Seperti yang diutarakan oleh Kepala SMKN 6 Kabupaten Garut, Nur Al Purqon saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (3/3).

Al Purqon menjelaskan bahwa proses penyaluran PIP kali ini bersumber dari aspirasi salah satu anggota DPR RI Komisi X yakni Adrianus. Ia menyebutkan, dari sekitar 1850 jumlah keseluruhan siswa di sekolahnya, sebanyak 789 siswa sebagai penerima PIP reguler sementara sebanyak 313 siswa penerima PIP aspirasi.

“Makanya, mungkin kedepan kalaupun ada PIP di regulerkan sajalah supaya tidak ada terjadi seperti ini, tidak ada aspirasi, yang pada akhirnya terjadi seperti ini. Memang pihak sekolah selama ini menutup diri kemarin itu karena takut terlibat, jadi pada waktu ada pemotongan atau apapun kita tidak mau tahu,” ujar Al Purqon.

Ia juga menyebut bahwa proses pencairan PIP kali ini memperoleh pendampingan dari pihak Inspektorat Jenderal Kementerian dan pihak kepolisian. Dirinya meminta kepada pemerintah, agar penerima PIP lebih baik di regulerkan daripada aspirasi.***

Facebook Comments Box

Editor : Agus Kusmayadi

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Pegadaian Luncurkan Program Peduli Desa di Pasirnanjung, Dorong Ekonomi dan Wisata Lokal Sumedang
Evakuasi Selesai, Jalur Kereta Maswati- Sasaksaat Kembali Dapat Dilalui
Daop 2 Bandung Pastikan Penumpang dan Crew KA Ciremai Selamat Paska Tertahan Longsor di Petak Maswati
KA Ciremai Tertahan Longsor di Petak Jalan Maswati – Sasaksaat, KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf dan Kerahkan Tim Tanggap Darurat
Lewat Program Peduli-Dhuafa 2026, Pegadaian Jabar Bantu Puluhan Panti Sosial
KDM Sebut WFH di Pemprov Jabar Berjalan Efektif
Humaira Zahrotun Noor Pantau Arus Mudik Nagreg, Dorong Posko Dishub Sekaligus Jadi Penggerak UMKM
IJTI Korda Bandung Bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Bagikan Takjil dan Sembako di Jalur Nagreg

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 15:21 WIB

Pegadaian Luncurkan Program Peduli Desa di Pasirnanjung, Dorong Ekonomi dan Wisata Lokal Sumedang

Kamis, 2 April 2026 - 09:20 WIB

Evakuasi Selesai, Jalur Kereta Maswati- Sasaksaat Kembali Dapat Dilalui

Rabu, 1 April 2026 - 20:49 WIB

Daop 2 Bandung Pastikan Penumpang dan Crew KA Ciremai Selamat Paska Tertahan Longsor di Petak Maswati

Rabu, 1 April 2026 - 17:58 WIB

KA Ciremai Tertahan Longsor di Petak Jalan Maswati – Sasaksaat, KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf dan Kerahkan Tim Tanggap Darurat

Rabu, 1 April 2026 - 16:22 WIB

Lewat Program Peduli-Dhuafa 2026, Pegadaian Jabar Bantu Puluhan Panti Sosial

Berita Terbaru

Rumah kediaman Wakil DPRD Jabar,Ono Surono di kawasan Kel. Gumuruh,Kec.Batununggal,Kota Bandung.

Uncategorized

KPK Geledah Rumah Kediaman Ono Surono di Bandung

Rabu, 1 Apr 2026 - 21:06 WIB