Bandung, METROJABAR.CO.ID | Monumen Penjara Banceuy berada di Kompleks Banceuy Permai, Jalan Banceuy, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Lokasi ini menjadi saksi penting perjalanan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno.
Saat ini Monumen Penjara Banceuy difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah yang letaknya tidak jauh dari Alun-alun Bandung, Gedung Merdeka, dan Museum Konferensi Asia-Afrika. Tempat ini cocok dikunjungi keluarga untuk mengenalkan sejarah kepada anak-anak, khususnya tentang kisah Bung Karno saat mendekam di balik jeruji besi.
Monumen ini dibuka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk, namun tersedia kotak donasi sukarela untuk menjaga kebersihan area.
Di dalam kompleks monumen terdapat patung Bung Karno, sel tempat Sukarno ditahan, serta dinding-dinding yang memuat penjelasan mengenai sejarah yang terjadi di tempat tersebut.
Penjara Banceuy dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1877. Pada 1929, Sukarno bersama tiga rekannya dari Partai Nasional Indonesia (PNI) — yaitu Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja — ditangkap di Yogyakarta dan kemudian dipenjarakan di Banceuy selama kurang lebih delapan bulan.
Di sel nomor 5 berukuran 2,5 x 1,5 meter inilah Sukarno menyusun pledoi terkenal berjudul Indonesia Menggugat, yang kemudian dibacakan dalam sidang pengadilan di Gedung Landraad, kini dikenal sebagai Gedung Indonesia Menggugat.
Pada 1983, bangunan Penjara Banceuy dirobohkan untuk pembangunan pertokoan Banceuy Permai. Sisa peninggalan yang masih bertahan adalah sel bekas tempat Sukarno ditahan dan sebuah menara pengawas yang berada tepat di samping Jalan ABC. Ruang sel tersebut sempat direnovasi pada 1985, namun kondisi bangunan sempat memprihatinkan selama bertahun-tahun.
Pada 1990, sisa bangunan penjara berupa sel dan menara penjaga ditetapkan sebagai situs bersejarah sekaligus tempat edukasi. Sejak itu, lokasi ini mengalami berbagai renovasi, termasuk perbaikan warna dinding dan penanganan vandalisme.
Menjelang peringatan Konferensi Asia-Afrika pada 2015, pemerintah kembali melakukan renovasi besar terhadap Penjara Banceuy. Penambahan patung Sukarno dan teks penjelasan di dinding membuat pengunjung dapat memahami sejarah Sukarno, PNI, ajaran Marhaen, serta tokoh-tokoh yang pernah dijebloskan ke penjara ini. ***












