GARUT,METROJABAR.CO.ID-Suasana haru menyelimuti Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, saat jenazah Raditya (4) tiba di kampung halamannya, Minggu (23/11/2025). Balita malang tersebut sebelumnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Ujung Berung, Kota Bandung. Kematian Raditya kini menjadi sorotan publik karena adanya dugaan kuat bahwa ia menjadi korban tindak kekerasan.
Kedatangan jenazah Raditya juga sekaligus menandai selesainya proses autopsi yang dilakukan oleh penyidik Polrestabes Bandung. Autopsi tersebut diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian balita berusia empat tahun itu. Setelah proses medis dan hukum selesai, jenazah akhirnya dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan secara layak.
Kerabat korban, Supian (60), menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan dan pemakaman. Menurutnya, keluarga masih terpukul atas musibah ini, namun tetap berusaha ikhlas menerima kenyataan.
“Kami dari pihak keluarga berterima kasih kepada semuanya yang hari ini telah membantu proses akhir pemakaman Raditya,” ujar Supian.
Supian menegaskan bahwa keluarga sepenuhnya menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat kepolisian. Ia berharap kasus yang menimpa keponakannya dapat terungkap secara jelas dan tidak menyisakan tanda tanya.
“Kami pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini agar terang benderang,” tegasnya.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap balita Raditya kini sedang dalam penanganan intensif pihak kepolisian. Warga setempat juga berharap agar penyebab kematian bocah empat tahun tersebut bisa segera diungkap dan pelaku, bila terbukti, dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah diturunkan dari ambulans. Warga turut memadati area rumah duka sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga korban.
Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan sejumlah bukti serta keterangan saksi untuk memastikan apakah benar terdapat unsur penganiayaan dalam kasus ini. Publik pun menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan yang dilakukan Polrestabes Bandung.***
Editor : Agus Kusmayadi
Sumber Berita : Liputan












