METRO JABAR.CO.ID— Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pagi ini berubah menjadi pusat operasi besar-besaran setelah tanah longsor dahsyat menerjang kawasan permukiman warga.
Sejak pukul 07.00 WIB, tim gabungan dari berbagai instansi turun langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi dalam situasi yang penuh ketegangan, Minggu, (7/12) kemarin.
Operasi Kolosal: 140 Personel Bergerak Melawan Waktu
Dalam suasana darurat yang menyelimuti desa, sebanyak 140 personel dikerahkan. Kekuatan gabungan ini terdiri dari:
- TNI – Kodim 0624/Kab. Bandung (30 personel), Yonzipur 3/YW (13 personel, termasuk 3 operator alat berat)
- Polresta Bandung – 30 personel
- BPBD – 20 personel
- Basarnas – 10 personel
- Satpol PP – 15 personel
- Linmas – 10 personel
- Nakes PMI – 12 personel
Deru mesin alat berat terdengar di seluruh penjuru lokasi bencana. Tiga unit ekskavator, satu Ran Self Loader, 24 Ran CRF, satu ambulans, hingga puluhan alat manual seperti cangkul dan senso dikerahkan untuk membuka akses dan mencari korban yang tertimbun.
Suasana dramatis tak bisa dihindari. Material longsor setinggi beberapa meter terus membayangi proses penyelamatan.
Tiga Warga Masih Hilang, Satu Korban Selamat Luka Parah
Dari laporan lapangan, tiga warga masih tertimbun dan belum ditemukan. Mereka adalah:
- Aisyah (70)
- Citra (19)
- Alfa (15)
Sementara satu korban selamat, Ramdan (15), berhasil dievakuasi dalam keadaan luka serius di bagian kepala. Ia kini menjalani perawatan intensif di RS Bedas Nambo Arjasari.
Longsor juga meratakan 6 unit rumah milik warga di RT 06 dan RT 07, menyisakan puing dan tangis kehilangan.
762 Jiwa Mengungsi, Desa Mendadak Sunyi
Tak hanya merenggut korban jiwa, longsor ini memaksa 762 warga dari RT 04, 05, 06, dan 07 meninggalkan rumah mereka. Para pengungsi kini menumpang di rumah kerabat dan warga lain yang berada di zona aman.
Banyak dari mereka hanya sempat membawa pakaian di badan saat berlari menyelamatkan diri.
Prioritas: Cari Korban, Rawat Luka, Selamatkan Pengungsi
Koordinator lapangan menegaskan bahwa operasi akan terus berlangsung tanpa jeda, dengan fokus pada tiga prioritas:
- Evakuasi dan pencarian korban hilang
- Penanganan korban luka
- Pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi
“Semua personel bergerak sinergis. Setiap menit sangat berharga,” tegasnya.
Situasi di Wargaluyu masih dinamis, dan tim gabungan terus berpacu dengan waktu di tengah kondisi tanah yang labil ***












