LAMBANG,METROJABAR.CO.ID-Hijaukan Cikole, Tangkal Pinus Lembang konsisten tanam pohon cegah banjir dan longsor upaya pelestarian lingkungan terus digencarkan di kawasan hutan wisata Tangkal Pinus Cikole Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon secara berkelanjutan yang rutin dilakukan setiap tahun demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari warga sekitar, Perhutani, Lembaga Masyarakat Hutan (LMH) Jayagiri, hingga pihak eksternal. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian alam di kawasan wisata berbasis hutan pinus.
Selain sebagai upaya konservasi, penanaman pohon juga menjadi langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem, khususnya untuk mencegah banjir dan longsor saat musim penghujan, terlebih menjelang libur panjang akhir tahun yang rawan peningkatan curah hujan.
Pengelola Tangkal Pinus, Astrid Rijker, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman dilakukan secara bertahap.
“Pada tahap pertama kami menanam 50 pohon, kemudian dilanjutkan tahap kedua sebanyak 30 pohon. Dalam waktu satu minggu ke depan, kami rencanakan penanaman sekitar 25 pohon lagi,” ujarnya.
Menurut Astrid, dalam sebulan minimal terdapat 10 pohon baru yang ditanam di kawasan hutan tersebut. Hal ini dilakukan seiring aktivitas perapihan area wisata sekaligus menjaga kondisi vegetasi agar tetap sehat dan terawat.
“Penanaman dilakukan secara berkala. Seperti kemarin, akibat cuaca buruk ada pohon yang rapuh dan tumbang karena sudah tua, maka langsung kami ganti dengan tanaman baru,” tuturnya.
Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi pohon damar dan pinus, yang dipilih sesuai dengan karakteristik dan kondisi lingkungan sekitar kawasan Cikole.
“Penanaman pohon di kawasan ini sangat penting agar ekosistem alam tetap seimbang dan berkelanjutan,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada penghijauan, pengelola Tangkal Pinus juga membangun embung, biopori, serta area resapan air sebagai langkah mitigasi bencana. Infrastruktur tersebut berfungsi untuk mengendalikan aliran air hujan agar tidak langsung mengalir ke wilayah bawah dan berdampak pada pemukiman warga.
“Embung ini berfungsi menahan dan mengatur aliran air saat hujan deras, sehingga risiko banjir bisa diminimalkan,” jelas Astrid.
Pihak pengelola pun menyatakan dukungan terhadap gerakan penanaman pohon yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan di berbagai daerah.
“Salah satu bentuk dukungan kami adalah melalui kegiatan penanaman pohon hari ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam bisa tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.***
Penulis : Agus Kusmayadi
Editor : Liputan












