Bandung, METROJABAR.CO.ID | PT Pegadaian terus memperluas peran sosialnya melalui berbagai program yang mendorong kemandirian dan produktivitas berkelanjutan. Salah satunya melalui program penyaluran Raga Arm, lengan prostetik berestetika bionik hasil inovasi Karla Bionics, yang diberikan kepada penyandang disabilitas daksa lengan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sabtu (13/12), sebagai bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung inklusivitas sosial dan akses yang setara bagi penyandang disabilitas.
Acara ini dihadiri oleh Yuaniar Hari Permana, Assistant Vice President ESG PT Pegadaian; Aditya Debiet Widoro, Kepala Departemen Business PT Pegadaian Kanwil X Bandung; Fathiro Hutama Reksa Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., Deputi Direktur Bidang Inkubasi dan Akselerasi Bisnis ITB; serta Gita Winata, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FSRD ITB. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen ITB dalam mendukung pengembangan desain, teknologi, dan inovasi yang berorientasi pada dampak sosial.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor antara dunia industri, akademisi, dan tenaga medis dalam membangun ekosistem inklusi yang berdaya dan berkelanjutan.
“Kami percaya setiap individu memiliki potensi untuk bangkit dan berdaya. Melalui program Raga Arm ini, Pegadaian ingin menjadi bagian dari perjalanan baru para penerima manfaat agar dapat kembali produktif dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Inklusi keuangan bukan hanya soal produk, tetapi tentang relevansi terhadap kondisi hidup nyata masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” ujar Yuaniar Hari Permana.

Dari sisi layanan kesehatan, kegiatan ini didukung oleh tim Dokter Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang mewakili dr. Rachmat Z. Goesasi, dengan pendampingan langsung oleh dr. Givan. Keterlibatan tenaga medis ini bertujuan memastikan proses adaptasi penggunaan Raga Arm berjalan aman, tepat, serta berorientasi pada pemulihan fungsi dan peningkatan kepercayaan diri penerima manfaat.
Di tempat terpisah, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Dede Kurniawan, menyampaikan bahwa program penyaluran Raga Arm sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan).
“Program ini mendorong penyandang disabilitas untuk kembali produktif, mandiri, dan berdaya secara berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif dan berorientasi pada dampak jangka panjang, Pegadaian menegaskan bahwa program TJSL merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Selaras dengan POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan, Pegadaian berharap inisiatif ini dapat mengintegrasikan aspek sosial dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam meningkatkan akses, kesempatan, serta kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Ke depan, Pegadaian berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan, tenaga medis, serta inovator teknologi guna memperluas dampak program dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. ***












