BANDUNG,METROJABAR.CO.ID-Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Bulan K3), PLN UP3 Majalaya menggelar kegiatan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan di SMP Negeri 2 Banjaran, Kamis (5/2). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya keselamatan dalam pemanfaatan listrik di lingkungan sekolah maupun rumah.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh kurang lebih 35 siswa dan didampingi oleh pembimbing sekolah, Pak Toto dari bagian kehumasan. Para siswa mendapatkan edukasi terkait bahaya listrik, cara penggunaan peralatan listrik yang aman, serta langkah-langkah pencegahan kecelakaan akibat kelistrikan.
Manager PLN UP3 Majalaya, Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung budaya keselamatan sejak usia dini, khususnya dalam momentum Bulan K3.
“Melalui sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan di Bulan K3 ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para pelajar bahwa listrik sangat bermanfaat, namun juga memiliki risiko apabila tidak digunakan dengan benar. Edukasi sejak dini menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan listrik,” ujar Widodo.
Ia menambahkan bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat strategis untuk membangun pemahaman keselamatan, karena siswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi positif kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama PLN dalam seluruh aspek operasional maupun layanan kepada masyarakat.
“Bulan K3 menjadi momentum penting bagi PLN untuk terus menggaungkan budaya keselamatan, tidak hanya bagi pegawai, tetapi juga bagi masyarakat luas. Edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada pelajar seperti ini sangat sejalan dengan upaya kami dalam menciptakan penggunaan listrik yang aman dan andal,” tutur Sugeng Widodo.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para siswa SMPN 2 Banjaran semakin memahami pentingnya keselamatan ketenagalistrikan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga risiko kecelakaan listrik dapat diminimalkan sejak dini.***
Penulis : Agus Kusmayadi
Editor : Agus Kusmayadi
Sumber Berita : Rilis












