SUMEDANG, METROJABAR | PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) X Jawa Barat resmi meluncurkan program “Pegadaian Peduli Desa” di Desa Wisata Pasirnanjung, Kamis (2/4). Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) guna mendorong kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Eko Supriyanto, serta unsur pemerintah kecamatan, aparat keamanan, perangkat desa, dan pelaku UMKM setempat.
Program Pegadaian Peduli Desa di Pasirnanjung Geulis dirancang sebagai stimulus peningkatan taraf hidup masyarakat melalui tiga fokus utama: pemberdayaan lewat pelatihan dan sertifikasi, penyediaan sarana dan prasarana fasilitas umum, serta penguatan branding dan publikasi untuk meningkatkan daya tarik wisata desa.
Eko Supriyanto menjelaskan bahwa pemilihan Desa Pasirnanjung sebagai desa binaan pertama di Jawa Barat didasarkan pada besarnya potensi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ia menegaskan bahwa Pegadaian tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan desa. Melalui program ini, perusahaan mendorong sinergi antara perangkat desa, pelaku UMKM, hingga pengelola bank sampah, dengan fokus pada edukasi dan dukungan infrastruktur agar desa mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengapresiasi inisiatif Pegadaian yang dinilai sejalan dengan program pembangunan daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Ia menyampaikan optimisme bahwa Desa Pasirnanjung, dengan potensi keindahan yang dimiliki, dapat berkembang menjadi destinasi unggulan baru di Sumedang melalui dukungan fasilitas dan strategi branding yang diberikan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas serta memanfaatkan pelatihan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Pegadaian telah membangun dan merenovasi sejumlah infrastruktur, seperti fasilitas umum (MCK dan aula), serta menghadirkan landmark desa berupa gapura dan papan penunjuk arah sebagai bagian dari strategi identitas wilayah. Selain itu, pelatihan sertifikasi bagi perangkat desa dan pelaku UMKM turut dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan desa.
Program ini merupakan bagian dari rencana kerja yang telah disetujui oleh Kementerian BUMN, yang menempatkan pembangunan desa sebagai salah satu pilar penting dalam percepatan ekonomi nasional. Pegadaian berharap model pendampingan di Desa Pasirnanjung dapat menjadi contoh bagi pengembangan desa-desa lain di Jawa Barat. ***












