UMKM Garut Didorong Tumbuh Beretika, Kemenham Jabar Tekankan Pentingnya HAM dalam Dunia Usaha

- Reporter

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO JABAR – Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa di Mercure Hotel Garut, Kamis (9/4/2026), saat puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkumpul dalam kegiatan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM). Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi para pelaku usaha untuk menata bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga berlandaskan nilai kemanusiaan.

Sebanyak 52 pelaku UMKM hadir mengikuti kegiatan bertema “Membangun UMKM yang Legal, Berdaya Saing, dan Menghormati Hak Asasi Manusia”. Tema tersebut terasa relevan di tengah dinamika dunia usaha yang kian menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab sosial.

Kepala Kanwil Kemenham Jawa Barat, Hasbullah Fudail, dalam penyampaiannya menuturkan bahwa UMKM memiliki peran penting, bukan hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang harus menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.

“Usaha yang baik bukan hanya yang berkembang secara finansial, tetapi juga yang mampu menjaga martabat manusia, baik pekerja, konsumen, maupun lingkungan sekitar,” ujarnya dengan nada tenang.

Ia menambahkan, penerapan prinsip HAM dalam bisnis bukanlah beban, melainkan fondasi untuk membangun kepercayaan jangka panjang. Ketika pelaku usaha mampu menciptakan lingkungan kerja yang adil dan produk yang bertanggung jawab, maka kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya.

Sepanjang kegiatan, para peserta diajak memahami berbagai aspek penting dalam menjalankan usaha. Mulai dari perlindungan kekayaan intelektual, penguatan legalitas usaha, hingga pentingnya perlindungan tenaga kerja.

Materi mengenai kekayaan intelektual, misalnya, membuka wawasan peserta tentang pentingnya mendaftarkan merek dan karya sejak dini. Prinsip first to file menjadi pengingat bahwa perlindungan hukum hanya diberikan kepada pihak yang lebih dahulu mendaftarkan, bukan sekadar yang pertama menggunakan.

Di sisi lain, pembahasan mengenai HAM dalam bisnis mengajak peserta melihat usaha dari sudut pandang yang lebih luas. Bahwa setiap keputusan bisnis memiliki dampak, baik terhadap manusia maupun lingkungan, sehingga perlu dikelola dengan bijak.

Materi dari Badan Pusat Statistik juga memberikan perspektif baru terkait pentingnya data yang akurat dalam Sensus Ekonomi 2026. Para pelaku usaha diingatkan bahwa kejujuran dalam memberikan data akan berkontribusi pada kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Tak kalah penting, pembahasan mengenai ketenagakerjaan menekankan bahwa kesejahteraan pekerja adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan usaha. Penyediaan lingkungan kerja yang aman, jaminan sosial, serta perjanjian kerja yang jelas menjadi langkah sederhana namun berdampak besar.

Sementara itu, dorongan untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) juga terus digaungkan sebagai pintu masuk menuju akses pembiayaan dan berbagai program pemberdayaan.

Di balik rangkaian materi tersebut, terselip kesadaran baru yang tumbuh di kalangan peserta. Salah satu pelaku UMKM mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka pandangannya tentang tanggung jawab sebagai pemilik usaha.

“Selama ini kami berpikir kewajiban hanya soal memberikan gaji. Ternyata ada hak-hak lain yang harus dipenuhi untuk karyawan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami,” tuturnya.

Kegiatan ini pun meninggalkan kesan mendalam. Bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga langkah kecil menuju perubahan cara pandang. Bahwa bisnis yang kuat adalah bisnis yang tidak hanya mengejar laba, tetapi juga menumbuhkan nilai, menjaga keadilan, dan merawat kemanusiaan ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Lebih dari Rp1,1 Miliar di Tahun 2025
PLN UID Jabar Perkuat Kompetensi EV di SMKN 8 Bandung, Dari Teori Jadi Praktik Nyata
Lonjakan Transaksi SPKLU 4 Kali Lipat Saat RAFI 2026, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
KAI Daop 2 Bandung Catat Kinerja Ketepatan Waktu KA Berangkat Pada Angleb 2026 Mencapai 99,80%
Semangat Idul Fitri, PLN Majalaya Percepat Penambahan Daya untuk Dukung Ekspansi Industri Tekstil
Dari 7 Stasiun Tersibuk di Daop 2 Bandung Selama Angleb 2026,Bandung dan Kiaracondong Dominasi Pergerakan Penumpang
Okupansi Angkutan Lebaran 2026 Penumpang KA di Daop 2 Bandung Naik 5 Persen Dibanding Tahun Lalu

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 11:53 WIB

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Lebih dari Rp1,1 Miliar di Tahun 2025

Selasa, 14 April 2026 - 08:44 WIB

PLN UID Jabar Perkuat Kompetensi EV di SMKN 8 Bandung, Dari Teori Jadi Praktik Nyata

Selasa, 14 April 2026 - 08:39 WIB

Lonjakan Transaksi SPKLU 4 Kali Lipat Saat RAFI 2026, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Jumat, 10 April 2026 - 20:28 WIB

UMKM Garut Didorong Tumbuh Beretika, Kemenham Jabar Tekankan Pentingnya HAM dalam Dunia Usaha

Jumat, 10 April 2026 - 07:33 WIB

Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031

Berita Terbaru

Seorang pria dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat melakukan penebangan pohon di Kampung Pasirastana, Desa Pasirwaru, Kecamatan Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, Selasa (14/4/2026).

Uncategorized

Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohong

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:11 WIB