RSHS Dilaporkan ke Polda Jabar Terkait Kasus Bayi Nyaris Tertukar

- Reporter

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Didampingi kuasa hukumnya, Nina Saleha ibu bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung beberapa waktu lalu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar untuk melaporkan pihak RSHS Bandung, pada Jumat siang (17/4/2026).

Didampingi kuasa hukumnya, Nina Saleha ibu bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung beberapa waktu lalu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar untuk melaporkan pihak RSHS Bandung, pada Jumat siang (17/4/2026).

BANDUNG,METROJABAR.CO.ID – Didampingi kuasa hukumnya, Nina Saleha ibu bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung beberapa waktu lalu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar untuk melaporkan pihak RSHS Bandung, pada Jumat siang (17/4/2026).

Laporan ini dibuat Nina Saleha karena pernyataan manajemen RSHS tidak sesuai dengan kronologis saat kejadian dimana bayinya nyaris tertukar dengan bayi milik orang lain.

Nina meminta kasus ini diselidiki hingga diketahui motif sebenarnya guna memberikan pelajaran bagi pihak rumah sakit, agar kejadian serupa tidak terulang kembali terhap orang lain.

” Kami minta seadil-adilnya, buat para ibu-ibu biar lebih hati – hati, takutnya terjadi kepada ibu – ibu lainnya”, ujar Nina.

Sementara itu menurut kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati, laporan ini bukan untuk kepentingan Nina saja, namun untuk semua orang, agar kejadian serupa tidak terulang.

” Misi kita juga untuk semua orang, Dimasa lalu juga ada kejadian yang sama namun tidak berani mengusut, ujarnya.

Untuk langkah selanjutnya Mira menyerah semuanya kepada pihak yang berwenang.

” Sekarang kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penyidik PPA dan PPO untuk menanganinya”, katanya.

Mira menambahkan, pihaknya sudah melakukan somasi ke pihak RSHS Bandung dan sempat ada tanggapan dari RSHS Bandung dan Direktur Utamanya, namun tanggapannya itu justru bertolak belakang dengan apa yang dialami kliennya tersebut.

“Sebenarnya kami menunggu panggilan mereka (RSHS) untuk duduk bareng tapi enggak. Justru mereka membuat pernyataan yang berbeda dengan apa yang dialami Nina. Jadi, klien kami berniat melaporkan perawat tersebut,” sambungnya.

Sebelum membuat laporan, Nina bersama kuasa hukumnya Mira Widyawati mendatangi Direktorat TPPA dan TPPO Polda Jabar untuk konsultasi terkait kasus ini dan kemudian melakukan laporan ke SPKT dengan Nomor pelaporannya teregister LP/B/684/4/2026/SPKT POLDA JABAR.

Sebelumnya pihak RSHS Bandung telah membuat pernyataan bahwa kejadian bayi nyaris tertukar ini murni kesalahan prosedur administratif akibat kurangnya konsentrasi petugas, managemen RSHS pun telah menonaktifkan petugas yang bersangkutan.***

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Kusmayadi

Editor : Tim Metrojabar

Sumber Berita : Wawancara

Berita Terkait

Kuasa Hukum Nina Sebut Belum ada Kesepakatan Damai Antara RSHS dengan Ibu Bayi dan Meminta Tes DNA
Anggaran Tablet BGN 508,4 Miliar Disorot, Kang Joker: Potensi Pemborosan di Tengah Krisis Gizi
LSM PMPRI Nilai Pengadaan Kaus Kaki 6,9 Miliar di BGN Melukai Rasa Keadilan Rakyat
LSM PMPRI Soroti Kejanggalan Pengadaan Motor Operasional Badan Gizi Nasional Senilai Rp1 Triliun
KDM Tandatangi Kesepakatan Bersama tentang Penanganan Sampah Menjadi Energi Listrik
Panglima TNI Jenderal Agus Subyanto Pimpin Upacara Pemakaman Mayor Inf. Zulmi di TPU Cikutra
Pengacara Sebut Ada Kejanggalan Atas Penggeledahan Rumah Ono Surono oleh KPK
KPK Geledah Rumah Kediaman Ono Surono di Bandung

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 20:41 WIB

RSHS Dilaporkan ke Polda Jabar Terkait Kasus Bayi Nyaris Tertukar

Senin, 13 April 2026 - 11:51 WIB

Kuasa Hukum Nina Sebut Belum ada Kesepakatan Damai Antara RSHS dengan Ibu Bayi dan Meminta Tes DNA

Sabtu, 11 April 2026 - 18:38 WIB

Anggaran Tablet BGN 508,4 Miliar Disorot, Kang Joker: Potensi Pemborosan di Tengah Krisis Gizi

Sabtu, 11 April 2026 - 06:12 WIB

LSM PMPRI Nilai Pengadaan Kaus Kaki 6,9 Miliar di BGN Melukai Rasa Keadilan Rakyat

Jumat, 10 April 2026 - 13:21 WIB

LSM PMPRI Soroti Kejanggalan Pengadaan Motor Operasional Badan Gizi Nasional Senilai Rp1 Triliun

Berita Terbaru