IPRC Sebut Perlu Kajian Mendalam Terkait Pilkada Langsung atau Tidak

- Reporter

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesian Politics Research & Consulting menggelar
Diskusi publik terkait Pilkada Langsung atau tidak langsung.

Indonesian Politics Research & Consulting menggelar Diskusi publik terkait Pilkada Langsung atau tidak langsung.

BANDUNG,METROJABAR.CO.ID – Indonesian Politics Research & Consulting menilai belum ada variabel yang benar-benar tepat untuk menerapkan sistem pemilihan kepala daerah atau pilkada di negara demokrasi seperti Indonesia.

Polemik terkait hal ini sempat mencuat di publik usai Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar pemilihan kepala daerah dikembalikan kepada DPRD. Usulan ini didasarkan pada sejumlah alasan seperti efisiensi biaya, pengurangan potensi konflik horizontal hingga peningkatan efektivitas pemerintahan.

“Perlu dilakukan kajian dan evaluasi yang lebih komprehensif dari pilkada 2024. Setelah ini dilakukan, baru kita bisa menentukan apakah pilkada akan diselenggarakan secara langsung atau tidak langsung,” ujar peneliti IPRC, Fahmy Iss Wahyudi, dalam diskusi publik bertajuk Quo Vadis: Pilkada Langsung atau Tidak Langsung di Bandung, Rabu (19/3/2025).

Menurut Fahmy, baik pilkada langsung maupun tak langsung memiliki sisi positif dan negatif. Dia memandang, pada pilkada langsung prevalensi politik uang begitu tinggi, meski pilkada tidak langsung tak serta merta menghilangkan hal tersebut ditengah kondisi demokratisasi di tubuh partai belum maksimal.

“Yang terpenting adalah jangan sampai keputusan mengenai pilkada menganulir kedaulatan yang dimiliki oleh rakyat dengan adanya keterputusan aspirasi. Karena dengan pilkada tidak langsung, masyarakat merasa ada keterputusan aspirasi,” jelasnya.

Dia berpandangan mengenai sistem pilkada ini belum menjadi prioritas bagi DPR maupun pemerintah. Hal ini lantaran masih banyak persoalan yang lebih penting untuk dituntaskan utamanya yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat.

“Tapi perkiraan saya, dalam waktu 3-4 bulan kedepan, pembahasan soal pilkada ini akan kembali hangat. Karena ada poin penting yang harus dilakukan, yaitu merevisi undang-undang. Namun pembahasan mengenai pilkada ini harus juga melibatkan partisipasi masyarakat,” tegasnya.***

Facebook Comments Box

Editor : Agus Kusmayadi

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Berkinerja Tinggi, Pemprov Jabar Berhasil Turunkan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran
Megawati Perintahkan PDI Perjuangan Jabar Turun Tangan Selamatkan Satwa Bandung Zoo
Ramadan 2026 di Lapas Sukamiskin Bandung Hadirkan Pembinaan Spiritual yang Humanis dan Menyentuh
Akhiri Safari Ramadhan,Kakanwil Ditjenpas Jabar Pastikan Layanan Ibadah dan Keamanan Berjalan lancar
Jawa Barat Jadi Titik Strategis Mudik 2026, Kementerian HAM Lakukan Pengamatan Layanan Publik
Semangat Ramadhan, Universitas Teknologi Nusantara Gelar Kegiatan Berbagi
Jurnalis Hukum Bandung: Restorative Justice di KUHP Baru Perlu Pengawasan Ketat Media
KDM Pesan Segera Atasi Banjir Bekasi

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 07:30 WIB

Megawati Perintahkan PDI Perjuangan Jabar Turun Tangan Selamatkan Satwa Bandung Zoo

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:35 WIB

Ramadan 2026 di Lapas Sukamiskin Bandung Hadirkan Pembinaan Spiritual yang Humanis dan Menyentuh

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:05 WIB

Akhiri Safari Ramadhan,Kakanwil Ditjenpas Jabar Pastikan Layanan Ibadah dan Keamanan Berjalan lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:02 WIB

Jawa Barat Jadi Titik Strategis Mudik 2026, Kementerian HAM Lakukan Pengamatan Layanan Publik

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:57 WIB

Semangat Ramadhan, Universitas Teknologi Nusantara Gelar Kegiatan Berbagi

Berita Terbaru

Rumah kediaman Wakil DPRD Jabar,Ono Surono di kawasan Kel. Gumuruh,Kec.Batununggal,Kota Bandung.

Uncategorized

KPK Geledah Rumah Kediaman Ono Surono di Bandung

Rabu, 1 Apr 2026 - 21:06 WIB