Jawa Barat Jadi Titik Strategis Mudik 2026, Kementerian HAM Lakukan Pengamatan Layanan Publik

- Reporter

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pemantauan Mudik Jabar, Melakukan Pemantauan Mudik di Stasiun Bandung dan Melakukan Audiensi dng Wakil Kepala Stasiun Bandung, terkait Mudik Lebaran 2026

Tim Pemantauan Mudik Jabar, Melakukan Pemantauan Mudik di Stasiun Bandung dan Melakukan Audiensi dng Wakil Kepala Stasiun Bandung, terkait Mudik Lebaran 2026

BANDUNG, METROJABAR | Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu provinsi yang diamati kesiapannya dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Pengamatan ini difokuskan pada kesiapan para pemangku kewajiban dalam memberikan layanan publik sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, Jawa Barat merupakan titik penting dalam manajemen mudik nasional. Hal ini karena wilayah tersebut menjadi gerbang utama sekaligus titik temu arus kendaraan dari Jabodetabek menuju berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, baik melalui jalur utara maupun selatan. Diperkirakan pergerakan arus mudik di wilayah ini akan mencapai 30 juta orang.

“Jawa Barat tidak hanya menjadi jalur lintasan, tetapi juga tujuan wisata utama. Selama libur Lebaran, arus mudik akan bertumpuk dengan warga yang ingin berlibur. Karena itu, penting bagi negara untuk hadir memenuhi hak warga negara melalui layanan mudik yang aman, nyaman, dan inklusif,” ujarnya.

Dari lima hari pengamatan yang direncanakan, Tim Pengamatan Mudik dan Situasi Menjelang Lebaran Kementerian HAM untuk Provinsi Jawa Barat telah memantau sejumlah titik. Pada hari pertama (13/03/2026), tim melakukan pengamatan di Stasiun Besar Kota Bandung, Terminal Bus Cicaheum, dan Terminal Bus Leuwipanjang. Pengamatan dilakukan melalui wawancara dengan Wakil Kepala Stasiun, Kepala Terminal Bus, petugas layanan, pengelola stasiun dan terminal, serta warga penerima layanan.

Tenaga Ahli Kementerian HAM, Roichatul Aswidah, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan di titik-titik tersebut, secara umum pengelola dan petugas layanan mudik telah melakukan berbagai langkah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik tahun ini. Upaya tersebut antara lain dengan menambah sarana dan prasarana serta menyiapkan petugas layanan tambahan.

“Kami berharap arus mudik maupun arus balik dapat berjalan aman dan nyaman, serta kebutuhan warga yang mudik dapat dilayani dengan baik,” ujarnya.

Tenaga Ahli Kementerian HAM lainnya, Siti Aminah Tardi, menambahkan bahwa pengamatan juga difokuskan pada ketersediaan layanan bagi kelompok rentan, seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Beberapa fasilitas yang diamati antara lain ruang laktasi, tempat bermain atau istirahat anak, kamar mandi bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta posko kesehatan.

Siti Aminah juga menyarankan para pemudik untuk memanfaatkan layanan yang telah disediakan. “Jangan sungkan untuk bertanya dan meminta bantuan kepada petugas,” sarannya.

Selanjutnya, tim akan melanjutkan pengamatan ke berbagai layanan lainnya, seperti jalan tol, SPBU, pasar, dan posko mudik, termasuk posko mudik yang dikelola oleh organisasi kemasyarakatan.

“Kami mendukung posko mudik yang dikelola oleh masyarakat, karena partisipasi masyarakat dalam menyukseskan mudik ini menunjukkan budaya gotong royong yang perlu terus dirawat bersama,” tutur Hasbullah. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya
Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang
Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung
Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Liar, Masyarakat Dilarang untuk Membuka
APINDO Jabar Dorong Kepastian Investasi di Tengah Penataan Tata Ruang, Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WIB

Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

Berita Terbaru