KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

- Reporter

Minggu, 17 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

BOGOR,METROJABAR.CO.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendukung penyusunan kajian akademik terhadap Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake. Penyusunan kajian akademik bisa mengubah cara pandang masyarakat terkait dua benda itu dari mistis menjadi pemahaman sejarah.

Hal tersebut dikemukakan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Kecagarbudayaan dengan topik “Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake”, di Museum Pajajaran Bogor Jl. Batu Tulis Blok Sekolah No.37, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026).

“Jadi Batutulis nanti harus ada buku akademiknya, memberikan kajian secara komprehensif, dimulai dari tanggal pembuatan, bahan pembuatan, siapa yang membuat, apa arti tulisannya dan nanti kemudian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga sama,” ucap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Apalagi, menurut KDM, Kota Bogor merupakan pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran, yang terbukti dengan adanya Prasasti Batutulis. Hal tersebut harus dijelaskan secara komprehensif.

Selanjutnya, naskah akademik itu dapat menjadi landasan pembuatan tata ruang, tata bangunan, tata kelola pendidikan, dan tata kelola kesehatan di Jawa Barat. Dengan begitu, ada kesatuan antara sejarah masa lalu dengan masa depan.

Menurut KDM, Prasasti Batutulis yang berada di wilayah Kota Bogor tidak sekadar peninggalan sejarah. Lebih dari itu, tersimpan fakta besar yang menceritakan kejayaan Kerajaan Sunda di bawah pimpinan Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi.

Titi Surti Nastiti selaku Ahli Epigrafi, dalam sesi diskusi menyampaikan bahwa prasasti tersebut dibuat atas perintah Raja Surawisesa untuk mem­peringati jasa pendahu­lunya yakni Prabu Siliwangi (1482-1521) yang dianggap berjasa memperbaiki penataan di Kota Pakuan Pajajaran sebagai ibukota Kerajaan Sunda.

Namun, setelah melewati abad demi abad, Kerajaan Sunda yang dulu berjaya tak banyak menampakkan sisa-sisa peninggalannya. Beberapa faktor menjadi penyebab, salah satunya pengaruh kerajaan Islam yang begitu kuat di sebagian besar wilayah Pulau Jawa.

Meski demikian, ada satu artefak yang dianggap menggambarkan kemegahan Kerajaan Sunda di masa lampau. Artefak tersebut adalah Mahkota Binokasih yang disimpan secara turun temurun di Keraton Sumedang Larang.

Menurut naskah kuno Carita Parahyangan, mahkota tersebut dibuat di Kerajaan Galuh dengan tujuan sebagai simbol kekuasaan serta legitimasi bagi raja-raja Sunda. Namun ketika Kerajaan Sunda runtuh, Mahkota Binokasih diserahkan oleh empat utusan Pajajaran kepada penguasa Sumedang Larang, Prabu Geusan Ulun.

Ahli Arkeometalurgi BRIN Harry Octavianus Sofian yang turut hadir pada sesi diskusi di Museum Pajajaran Bogor menganalisa bahwa Mahkota Binokasih mempunyai hubungan yang tidak terpisahkan dengan budaya masyarakat Sunda yaitu Kosmologi Tritangtu. Itu merupakan konsep kehidupan yang terbagi ke dalam tiga unsur yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan alam.

Harry menambahkan, Mahkota Binokasih didesain sedemikian rupa hingga memiliki komponen yang mewakili tiga peranan di Kerajaan Sunda yaitu Rama, Ratu/Prabu, dan Resi.

Menurut penjelasannya, Rama adalah kelompok pemimpin spiritual atau rohaniawan yang menjaga nilai-nilai adat, agama, dan juga kebijaksaaan. Posisinya ada di bagian atas mahkota, berbentuk stupa dengan ornamen yang didominasi bunga teratai.

Desain tersebut melambangkan karakteristik kepemimpinan seseorang yang memiliki kebijaksanaan dan memancarkan keindahan sekaligus manfaat bagi orang lain.

Di bagian tengah mahkota (ratu/prabu) melambangkan kesempurnaan tindakan pemimpin dalam mengambil keputusan dan merumuskan peraturan-peraturan.

Terdapat desain daun segitiga pada sisi-sisi mahkota bagian tengah, serta ornamen Garuda Mungkur di bagian belakangnya. Hal tersebut dimaknai bahwa seorang pemimpin harus mampu melindungi masyarakatnya dengan keberanian dan sifat kesatria.

Untuk bagian bawah (resi), desain mahkota memiliki makna terkait ajaran Kasundaan Bunisora Suradipati. Nama tersebut merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Sunda yang memerintah di masa Kerajaan Sunda-Galuh sekitar abad ke-14. Ia dikenal sebagai pemimpin bijaksana yang memperkuat nilai budaya, spiritualitas, serta tata kehidupan masyarakat.

Sesuai dengan pembagian peranannya, resi memang terdiri dari kelompok kaum intelektual, penasehat, atau orang bijak yang memberi ilmu dan pertimbangan.

Melihat nilainya yang sangat besar, tak heran Mahkota Binokasih disimpan rapat-rapat oleh Keraton Sumedang Larang. Namun dalam rangka Milangkala Tatar Sunda, mahkota tersebut dibawa ke beberapa kabupaten/kota sebagai perwujudan napak tilas Pajajaran. Hal ini tentunya jadi momentum bagi masyarakat untuk bisa mengenali lebih dalam sejarah Kerajaan Sunda.***

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Kusmayadi

Editor : Tim Metrojabar

Sumber Berita : Humas Jabar

Berita Terkait

Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya
Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang
Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung
Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Liar, Masyarakat Dilarang untuk Membuka
APINDO Jabar Dorong Kepastian Investasi di Tengah Penataan Tata Ruang, Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan
Bupati/ Wali Kota Diminta Segera Bangun Palang Pintu di Perlintasan Kereta Api
Peringati Hari Buruh, Disnakertrans Jabar Fokus Pemenuhan Hak Pekerja Terdampak PHK

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WIB

Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WIB

Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

Berita Terbaru

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong mahasiswa untuk mendaftarkan inovasinya ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jabar agar memiliki hak cipta secara resmi.

PENDIDIKAN

Wagub Erwan Dorong Mahasiswa Patenkan Inovasi ke Kemenkum

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:16 WIB