BANDUNG, METROJABAR | PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) X Jawa Barat sukses menyelenggarakan Literasi Keuangan Syariah bertajuk “Pembiayaan Umrah dan Haji Masa Kini Bersama Pegadaian” pada 15–17 September 2025. Acara yang digelar di Aula Langen Palikrama ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan keuangan berbasis syariah untuk mempersiapkan ibadah haji dan umrah.
Bekerja sama dengan Smart Travel dan Bank Muamalat, kegiatan ini menghadirkan seminar serta diskusi interaktif seputar pengelolaan keuangan syariah. Dua Kantor Area, yaitu Pegadaian Area Bandung 1 dan Bandung 2, turut berperan sebagai penyelenggara. Para narasumber dari ketiga lembaga memberikan panduan lengkap mengenai pembiayaan ibadah, pilihan paket perjalanan, hingga mekanisme tabungan haji.
Pemimpin Wilayah Kanwil X PT Pegadaian, Dede Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan ini diadakan untuk mendorong masyarakat lebih memahami pentingnya perencanaan keuangan syariah, terutama dalam mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci. Pegadaian berharap dapat menjadi mitra terpercaya dalam membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan spiritual tersebut dengan baik dan sesuai prinsip syariah.
Peserta mendapatkan penjelasan mendalam terkait produk pembiayaan syariah dari Pegadaian, seperti Arrum Safar, Arrum Haji, dan Haji Plus. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini dengan menjaminkan perhiasan atau emas batangan, dengan pilihan tenor 12 hingga 60 bulan serta cicilan yang kompetitif di outlet Pegadaian terdekat.
Sebagai nilai tambah, acara juga dilengkapi sesi Manasik Praktik yang memberikan simulasi langsung tata cara ibadah haji dan umrah. Melalui sesi ini, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai rangkaian ritual yang akan dijalani, sehingga lebih siap secara mental maupun spiritual. Sesi tanya jawab turut disediakan agar peserta dapat memperdalam informasi yang disampaikan.
Kegiatan literasi ini menjadi bukti komitmen Pegadaian dalam mendampingi masyarakat Indonesia mewujudkan perjalanan ke Tanah Suci, sejalan dengan prinsip bahwa “Beribadah adalah panggilan, dan perencanaan matang adalah jalannya.” ***












