METRO JABAR.CO.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin terus meningkatkan kualitas layanan bagi warga binaan. Pada Senin (15/12/2025), Lapas Sukamiskin secara resmi menerima Sertifikat Halal beserta dokumen pendukung Dapur Halal dari lembaga konsultan halal sebagai bentuk komitmen dalam menjamin kualitas dan kehalalan makanan yang disajikan setiap hari.
Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB di lingkungan Lapas Sukamiskin dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono, bersama jajaran pejabat struktural serta Konsultan Halal, Dewi Riani. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Sukamiskin dengan Lembaga Konsultan Halal yang telah melalui serangkaian proses pendampingan dan verifikasi.
Kalapas Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono, menegaskan bahwa sertifikasi halal dapur merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak dasar warga binaan, khususnya dalam memperoleh makanan yang layak, sehat, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
“Dengan diterimanya sertifikat halal ini, kami memastikan bahwa setiap proses pengolahan makanan di dapur Lapas Sukamiskin telah memenuhi standar kehalalan. Ini bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan pelayanan yang humanis kepada warga binaan,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, dapur halal yang tersertifikasi juga mencerminkan komitmen Lapas Sukamiskin dalam menjaga kualitas gizi, kebersihan, serta keamanan pangan. Seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian makanan, dilakukan secara terkontrol dan terdokumentasi.
Sementara itu, Konsultan Halal Dewi Riani menjelaskan bahwa Lapas Sukamiskin telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam sistem jaminan produk halal. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Lapas dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang berstandar tinggi.
Kegiatan penyerahan sertifikat halal berjalan dengan tertib dan lancar. Lapas Sukamiskin berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar halal sebagai bagian dari pelayanan prima dan pembinaan yang berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia ***












