Sekda Jabar Herman Suryatman Angkat Bicara Terkait Kasus Viral Dugaan Tukar Bayi di RSHS

- Reporter

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.

Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.

BANDUNG, METROJABAR.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman menanggapi kasus bayi ibu Nina Saleha yang nyaris ditukar dengan orang lain di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Peristiwa ini viral di media sosial setelah sang ibu mempostingnya di medsos.

Menurut Herman,Pemprov Jabar menyerahkan sepenuhnya proses pedalaman dan investigasi ini kepada pihak RSHS.

“Saya kira kita menyesalkan kejadian yang terjadi di RSHS, tapi yang harus kita lakukan sekarang mengambil hikmahnya,Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan sepenuhnya proses pedalaman dan investigasi kasus bayi pasien yang nyaris tertukar di RSHS Bandung ini kepada pihak manajemen rumah sakit”, ujarnya.

Lebih lanjut Herman mengatakan, sebagai pengawas dan pembina RSHS, Pemprov Jabar menekankan adanya audit menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pemprov Jabar sebagai pengawas dan pembina menekankan pentingnya audit menyeluruh di RSHS agar kejadian serupa tidak terulang lagi”, sambungnya.

Dalam kasus tersebut, Gubernur Jabar,Dedi Mulyadi telah mengintruksikan koordinasi lintas pihak termasuk Dinas Kesehatan dan manajemen RSHS.

“Dalam kasus ini Gubernur Jabar,Dedi Mulyadi telah mengambil langkah cepat dengan mengintruksikan koordinasi lintas pihak termasuk Dinas Kesehatan dan manajemen RSHS”, katanya.

Herman juga menegaskan insiden tersebut tidak hanya menyangkut aspek kesehatan saja namun juga keselamatan masyarakat yang menjadi tanggung jawab Negara.

Pemprov Jabar memastikan komitmennya dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat termasuk bagi warga tidak mampu. Gubernur Jawa Barat telah menerbitkan Surat Edaran yang menegaskan tidak boleh ada penolakan pasien dengan alasan administrasi termasuk persoalan BPJS.

Manajemen RSHS menyampaikan permintaan maaf 

Sementara itu paska viralnya kasus ini di media sosial l, pihak RSHS telat menyampaikan permohonan maaf kepada ibu bayi Nina Saleha.

Melalui Press release nya manajemen RSHS menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan ibu Nina,Bahkan dalam Press release nya pihak RSHS mengaku telah melalukan kunjungan dan berkoordinasi dengan keluarga ibu Nina.

Sebelumnya viral di media sosial seorang ibu menyampaikan pengaduan terkait seorang oknum pegawai RSHS yang diduga akan menukarkan bayinya yang sedang dirawat kepada orang lain,berita ini mengundang perhatian berbagai kalangan.***

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Kusmayadi

Editor : Tim Metrojabar

Sumber Berita : Wawancara

Berita Terkait

KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohong
Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta
Anggaran Tablet BGN 508,4 Miliar Disorot, Kang Joker: Potensi Pemborosan di Tengah Krisis Gizi
Wagub Erwan Dukung Sophia Rebecca Harumkan Jabar pada Miss World Tourism 2026
KDM Tandatangi Kesepakatan Bersama tentang Penanganan Sampah Menjadi Energi Listrik
Banyak Dimanfaatkan Jaringan Narkoba Melalui Zat Terlarang,BNN Jabar Akan Awasi Penggunaan Vape

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 17:32 WIB

KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar

Rabu, 15 April 2026 - 13:11 WIB

Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohong

Rabu, 15 April 2026 - 08:55 WIB

Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta

Sabtu, 11 April 2026 - 18:38 WIB

Anggaran Tablet BGN 508,4 Miliar Disorot, Kang Joker: Potensi Pemborosan di Tengah Krisis Gizi

Jumat, 10 April 2026 - 16:14 WIB

Sekda Jabar Herman Suryatman Angkat Bicara Terkait Kasus Viral Dugaan Tukar Bayi di RSHS

Berita Terbaru

Seorang pria dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat melakukan penebangan pohon di Kampung Pasirastana, Desa Pasirwaru, Kecamatan Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, Selasa (14/4/2026).

Uncategorized

Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohong

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:11 WIB