Balita Asal Garut Diduga Dianiaya, Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Anaknya

- Reporter

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pemakaman Raditya di kampung Baeud,Desa Samida,Kec.Selaawi, Kab.Garut.

Suasana pemakaman Raditya di kampung Baeud,Desa Samida,Kec.Selaawi, Kab.Garut.

GARUT,METROJABAR.CO.ID-Kasus meninggalnya Raditya (4), balita asal Kampung Baeud RT 05/02, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, terus menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Balita tersebut diduga meregang nyawa usai mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Hingga saat ini, pihak Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya, termasuk dugaan adanya unsur kekerasan sebelum korban meninggal dunia.

Selama ini, Raditya tinggal bersama ayah dan ibu tirinya di kawasan Cipadung, Kota Bandung. Sementara ibu kandungnya, Titawati (29), mengikuti suami bekerja di Depok, Jawa Barat.

Tita mengaku mendapat kabar tentang kondisi anaknya ketika Raditya sudah berada di rumah sakit. Namun, apa yang ia lihat saat tiba di ruang perawatan membuat dirinya terpukul.

Ibu Kandung: “Saya Shock, Banyak Luka di Tubuhnya”

Saat ditemui di rumah duka pada Minggu (23/11/2025), Tita tidak dapat menahan tangis saat mengingat kondisi terakhir putranya.

“Pertama kali lihat kondisi anak saya shock. Nggak nyangka banyak luka di sekujur tubuhnya,” ujar Tita dengan suara bergetar.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru diberitahu setelah Raditya berada di rumah sakit.

“Dapat kabar anak saya sudah ada di rumah sakit. Selama ini tinggal sama ayahnya di Cipadung Bandung. Kalau saya pulang ke kampung, biasanya dijemput dan dibawa ke sini,” jelasnya.

Melihat banyaknya luka yang didapati di tubuh putranya, Tita menduga ada kejanggalan pada kematian Raditya. Ia pun berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kebenaran dan memberikan hukuman seadil-adilnya bila benar terjadi tindak kekerasan.

“Kalau memang benar terjadi kekerasan kepada anak saya, saya minta dituntut seadil-adilnya,” tegasnya.

Kasus ini terus dalam penanganan pihak berwajib. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk analisis medis terkait luka-luka yang ditemukan di tubuh korban.

Sementara itu, warga dan keluarga besar korban berharap kasus tersebut dapat diusut tuntas demi mendapatkan kepastian hukum dan keadilan bagi almarhum Raditya.***

Facebook Comments Box

Editor : Agus Kusmayadi

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong
PLN UP3 Majalaya Perkuat Komitmen Transisi Energi melalui Program Clean Energy Day
PLN UP3 Majalaya Hadirkan Sambungan Listrik Gratis bagi Dua Keluarga di Desa Mekarwangi
Anggota DPR RI Cek Gudang Bulog Garut, Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman
KDM : Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Bakal Dibangun Plataran Caruban
Putri-putri Cantik dan Pengawal Kerajaan Memukau Penonton Kirab Budaya di Cirebon
KDM Siap Tata Kawasan Alun-alun Karawang Menjadi Kota Tua Penuh Cinta
Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:18 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:08 WIB

PLN UP3 Majalaya Perkuat Komitmen Transisi Energi melalui Program Clean Energy Day

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:44 WIB

PLN UP3 Majalaya Hadirkan Sambungan Listrik Gratis bagi Dua Keluarga di Desa Mekarwangi

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:28 WIB

Anggota DPR RI Cek Gudang Bulog Garut, Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:12 WIB

KDM : Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Bakal Dibangun Plataran Caruban

Berita Terbaru