Bukan Sekadar Benda, Mahkota Binokasih Peninggalan Kerajaan Sunda Menyimpan Makna Adiluhung

- Reporter

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang.

Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang.

SUMEDANG,METROJABAR.CO.ID – Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan yang dapat disaksikan masyarakat dalam Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026).

Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung.

Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya mengatakan, makna adiluhung terkandung dari segi nama maupun bentuk mahkota.

Mahkota ini memiliki sebutan lengkap Binokasih Sanghyang Pake. Binokasih berarti kasih sayang, sedangkan sanghyang pake artinya dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, nama Binokasih Sanghyang Pake mengandung makna kasih sayang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kasih sayang harus dijadikan sumber tindakan karena dari kasih sayang melahirkan nilai gotong royong, toleransi, musyawarah, adil dan bijaksana,” ujar Luky, Kamis (30/4/2026).

Sementara, dari segi bentuk, Mahkota Binokasih juga menyimpan makna mendalam.

Mahkota itu memiliki tiga susunan yang merupakan representasi dari konsep Sunda Tritangtu. Konsep ini membangun pemikiran tentang silih asah, silih asih, silih asuh yang artinya saling berbagi ilmu, menyayangi dan membimbing.

Adapun, wujud hias bunga wijaya kusuma dan burung julang dalam Mahkota Binokasih menggambarkan makna kesetiaan, ketulusan, dan kekuatan itikad.

“Jadi, folosofi yang terkandung dalam mahkota ini menyimpan pesan bagi kita yang hidup,” kata Luky.

Melalui Kirab Mahkota Binokasih, makna kehidupan adiluhung dalam Mahkota Binokasih ingin disampaikan kepada masyarakat. Dengan demikian, maknanya dapat diterapkan dari generasi ke generasi.***

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Kusmayadi

Editor : Tim Metrojabar

Sumber Berita : Humas Jabar

Berita Terkait

Warga Cibatu Dikejutkan Penemuan Mayat Pria di Selokan Pagi Hari
Koramil 1105 Cibatu Bersama Desa Girijaya Gelar Sertijab Babinsa Lama Ke Babinsa Baru.
Perbaikan Jalur Cibeber–Lampegan Selesai, KA Siliwangi Kembali Beroperasi Normal Pada Jumat, 24 April 2026
Perbaikan Gogosan Dikebut, KAI Daop 2 Bandung Targetkan Esok Hari Operasional KA Siliwangi Kembali Normal
TMMD ke-128 Bikin Haru: Janda Lansia di Garut Akhirnya Punya Rumah Layak
Hujan Deras Kembali Gerus Jalur KA di Petak Cibeber–Lampegan, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan
HUT ke-448 Sumedang, Wagub Jabar Tekankan Tata Kelola Aman dan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
TMMD ke-128 Resmi Dimulai di Garut, Dorong Pembangunan Desa dan Perkuat Kebersamaan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:47 WIB

Bukan Sekadar Benda, Mahkota Binokasih Peninggalan Kerajaan Sunda Menyimpan Makna Adiluhung

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:41 WIB

Warga Cibatu Dikejutkan Penemuan Mayat Pria di Selokan Pagi Hari

Kamis, 30 April 2026 - 21:45 WIB

Koramil 1105 Cibatu Bersama Desa Girijaya Gelar Sertijab Babinsa Lama Ke Babinsa Baru.

Jumat, 24 April 2026 - 14:17 WIB

Perbaikan Jalur Cibeber–Lampegan Selesai, KA Siliwangi Kembali Beroperasi Normal Pada Jumat, 24 April 2026

Kamis, 23 April 2026 - 21:09 WIB

Perbaikan Gogosan Dikebut, KAI Daop 2 Bandung Targetkan Esok Hari Operasional KA Siliwangi Kembali Normal

Berita Terbaru