GARUT,METROJABAR.CO.ID – Anggota DPRD Garut Komisi IV Fraksi Demokrat, Putri Tantia, menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak saat melaksanakan reses masa sidang III tahun 2026 di Rumah Aspirasi Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan reses tersebut, Putri menerima berbagai aspirasi masyarakat dari sejumlah kecamatan, mulai dari kebutuhan sumur bor, kesejahteraan guru honorer, hingga persoalan perlindungan perempuan dan anak.
Menurutnya, masyarakat Kecamatan Limbangan menyampaikan keprihatinan terhadap kasus-kasus yang melanggar norma kesusilaan, termasuk dugaan pelecehan seksual yang melibatkan anggota keluarga sendiri.
“Yang sangat memprihatinkan tadi ada penyampaian terkait seorang ayah kepada anaknya. Harusnya ayah menjadi pelindung, tapi malah merusak generasi bangsa ke depannya,” ujar Putri.
Ia menilai peran keluarga dan pola pengasuhan atau parenting harus diperkuat untuk mencegah terjadinya kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak.
“Parenting di lingkungan keluarga harus diutamakan, memberikan perhatian kepada anak-anaknya, dan para orang tua juga harus lebih mawas diri terhadap hal-hal yang di luar norma kepatutan dan kesopanan,” katanya.
Selain isu pelecehan seksual, Putri juga menerima keluhan terkait kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Garut. Ia menyebut insentif bagi tenaga honorer masih perlu ditingkatkan agar lebih layak.
Menurutnya, kondisi belanja pegawai yang telah mencapai sekitar 34 persen menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam reses tersebut, warga juga mengusulkan bantuan sumur bor untuk wilayah Kampung Mongor yang mengalami kebutuhan air bersih.
Tak hanya itu, masyarakat turut menyoroti program pendistribusian makanan bergizi yang dinilai masih belum maksimal dalam pelaksanaannya di lapangan.***
Penulis : Agus Kusmayadi
Editor : Tim Metrojabar
Sumber Berita : Wawancara












