Anggota DPRD Garut Soroti Kasus Pelecehan Seksual Anak Saat Reses di Limbangan

- Reporter

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Garut Komisi IV Fraksi Demokrat, Putri Tantia, menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak saat melaksanakan reses masa sidang III tahun 2026 di Rumah Aspirasi Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (20/5/2026).

Anggota DPRD Garut Komisi IV Fraksi Demokrat, Putri Tantia, menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak saat melaksanakan reses masa sidang III tahun 2026 di Rumah Aspirasi Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (20/5/2026).

GARUT,METROJABAR.CO.ID – Anggota DPRD Garut Komisi IV Fraksi Demokrat, Putri Tantia, menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak saat melaksanakan reses masa sidang III tahun 2026 di Rumah Aspirasi Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (20/5/2026).

Dalam kegiatan reses tersebut, Putri menerima berbagai aspirasi masyarakat dari sejumlah kecamatan, mulai dari kebutuhan sumur bor, kesejahteraan guru honorer, hingga persoalan perlindungan perempuan dan anak.

Menurutnya, masyarakat Kecamatan Limbangan menyampaikan keprihatinan terhadap kasus-kasus yang melanggar norma kesusilaan, termasuk dugaan pelecehan seksual yang melibatkan anggota keluarga sendiri.

“Yang sangat memprihatinkan tadi ada penyampaian terkait seorang ayah kepada anaknya. Harusnya ayah menjadi pelindung, tapi malah merusak generasi bangsa ke depannya,” ujar Putri.

Ia menilai peran keluarga dan pola pengasuhan atau parenting harus diperkuat untuk mencegah terjadinya kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak.

“Parenting di lingkungan keluarga harus diutamakan, memberikan perhatian kepada anak-anaknya, dan para orang tua juga harus lebih mawas diri terhadap hal-hal yang di luar norma kepatutan dan kesopanan,” katanya.

Selain isu pelecehan seksual, Putri juga menerima keluhan terkait kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Garut. Ia menyebut insentif bagi tenaga honorer masih perlu ditingkatkan agar lebih layak.

Menurutnya, kondisi belanja pegawai yang telah mencapai sekitar 34 persen menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam reses tersebut, warga juga mengusulkan bantuan sumur bor untuk wilayah Kampung Mongor yang mengalami kebutuhan air bersih.

Tak hanya itu, masyarakat turut menyoroti program pendistribusian makanan bergizi yang dinilai masih belum maksimal dalam pelaksanaannya di lapangan.***

Facebook Comments Box

Statistik Pembaca: 151 Views

Penulis : Agus Kusmayadi

Editor : Tim Metrojabar

Sumber Berita : Wawancara

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong
PLN UP3 Majalaya Perkuat Komitmen Transisi Energi melalui Program Clean Energy Day
PLN UP3 Majalaya Hadirkan Sambungan Listrik Gratis bagi Dua Keluarga di Desa Mekarwangi
Anggota DPR RI Cek Gudang Bulog Garut, Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman
KDM : Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Bakal Dibangun Plataran Caruban
Putri-putri Cantik dan Pengawal Kerajaan Memukau Penonton Kirab Budaya di Cirebon
KDM Siap Tata Kawasan Alun-alun Karawang Menjadi Kota Tua Penuh Cinta
Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:51 WIB

Anggota DPRD Garut Soroti Kasus Pelecehan Seksual Anak Saat Reses di Limbangan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:18 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:08 WIB

PLN UP3 Majalaya Perkuat Komitmen Transisi Energi melalui Program Clean Energy Day

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:44 WIB

PLN UP3 Majalaya Hadirkan Sambungan Listrik Gratis bagi Dua Keluarga di Desa Mekarwangi

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:28 WIB

Anggota DPR RI Cek Gudang Bulog Garut, Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman

Berita Terbaru