Dari Tragedi di Timur, Reborn Indonesia Nyalakan Harapan di Sebuah SD Sederhana di Garut

- Reporter

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reborn Indonesia saat menggelar aksi kemanusiaan di SDN 3 Sindangsuka,Kec.Cibatu, Kabupaten Garut,Kamis (26/02/2026).

Reborn Indonesia saat menggelar aksi kemanusiaan di SDN 3 Sindangsuka,Kec.Cibatu, Kabupaten Garut,Kamis (26/02/2026).

GARUT,METROJABAR.CO.ID-Kabar itu datang dari jauh yakni dari Nusa Tenggara Timur,namun gaungnya menghantam nurani hingga ke Jawa Barat. Seorang siswa sekolah dasar memilih mengakhiri hidupnya karena tak memiliki alat tulis. Sebuah ironi yang menelanjangi realitas pahit: di negeri sebesar ini, masih ada anak yang kalah oleh harga sebuah buku.

Bagi sebagian orang, berita itu mungkin hanya lewat di linimasa. Tapi bagi Reborn Indonesia, itu adalah alarm. Bukan untuk berdebat. Bukan untuk menyalahkan. Melainkan untuk bergerak.

Kamis pagi, 26 Februari 2026, rombongan motor memasuki halaman SDN 3 Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Garut. Deru mesin memecah sunyi, namun yang mereka bawa bukan kebisingan,melainkan kepedulian.

Tanpa karpet merah.Tanpa seremoni panjang. Kardus-kardus berisi ratusan buku tulis dan perlengkapan sekolah diturunkan langsung ke halaman. Anak-anak berdiri memandangi dengan mata yang sulit menyembunyikan harap.

“Hari ini kami datang bukan untuk terlihat hebat. Kami datang karena satu anak saja yang putus asa karena tak punya alat sekolah, itu terlalu banyak,” ucap Baba, Founder Reborn Indonesia, dengan suara yang tegas namun sarat emosi.

Kalimat itu menggantung di udara, menyisakan keheningan yang dalam,ketika buku-buku baru dibagikan, senyum perlahan merekah. Ada yang memeluknya erat. Ada yang langsung membolak-balik halamannya. Bagi mereka, itu bukan sekadar kertas itu rasa dihargai.

Lalu suasana berubah,halaman sekolah yang sederhana mendadak riuh,Reborn Indonesia mengajak siswa bermain sambil belajar. Kuis cepat, tebak-tebakan cerdas, tantangan membaca, hingga permainan edukatif membuat anak-anak berebut maju. Tawa meledak saat doorprize diumumkan.Sorakan kecil bergema setiap kali nama dipanggil.Hari itu, sekolah terasa hidup. Bukan oleh bangunan megah, tapi oleh energi dan semangat.

Di sisi lain, kegiatan kemanusiaan tak berhenti pada anak-anak. Para guru dan warga sekitar mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Tekanan darah dicek, konsultasi dilakukan. Bahkan kacamata baca dibagikan kepada yang membutuhkan.

Seorang guru tampak berkaca-kaca saat mencoba kacamata barunya,tulisan di buku absen yang semula kabur kini tampak jelas kembali.Itu momen kecil, tapi penuh makna.

Kepala sekolah SDN 3 Sindangsuka,Suherman,S.Pd., menyebut aksi ini sebagai bukti bahwa kepedulian tak selalu datang dari institusi besar. Kadang, ia lahir dari komunitas yang memilih untuk tidak tinggal diam.

Reborn Indonesia mungkin tak bisa menghapus tragedi yang telah terjadi. Tapi di Garut hari itu, mereka menunjukkan bahwa duka bisa dijawab dengan aksi. Bahwa solidaritas bisa lebih nyaring daripada suara mesin. Dan bahwa harapan bisa tumbuh, bahkan di halaman sekolah sederhana.

Di SDN 3 Sindangsuka, buku-buku baru menjadi simbol perlawanan terhadap keputusasaan. Kacamata baca menjadi jendela yang kembali membuka masa depan. Dan tawa anak-anak menjadi bukti: harapan masih hidup.***

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Kusmayadi

Editor : Tim Metrojabar

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong
PLN UP3 Majalaya Perkuat Komitmen Transisi Energi melalui Program Clean Energy Day
PLN UP3 Majalaya Hadirkan Sambungan Listrik Gratis bagi Dua Keluarga di Desa Mekarwangi
Anggota DPR RI Cek Gudang Bulog Garut, Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman
KDM : Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Bakal Dibangun Plataran Caruban
Putri-putri Cantik dan Pengawal Kerajaan Memukau Penonton Kirab Budaya di Cirebon
KDM Siap Tata Kawasan Alun-alun Karawang Menjadi Kota Tua Penuh Cinta
Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:18 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tindak Tegas Sopir Truk Penyebab KA Papandayan Tertemper di Petak Jalan Plered–Cikadongdong

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:08 WIB

PLN UP3 Majalaya Perkuat Komitmen Transisi Energi melalui Program Clean Energy Day

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:44 WIB

PLN UP3 Majalaya Hadirkan Sambungan Listrik Gratis bagi Dua Keluarga di Desa Mekarwangi

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:28 WIB

Anggota DPR RI Cek Gudang Bulog Garut, Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:12 WIB

KDM : Keraton di Cirebon akan Direvitalisasi dan Bakal Dibangun Plataran Caruban

Berita Terbaru