Ini Tanggapan Ketua APINDO Jabar Terkait Besaran Upah Ditetapkan

- Reporter

Kamis, 19 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ning Wahyu Astutik ( Ketua APINDO Jabar)

Ning Wahyu Astutik ( Ketua APINDO Jabar)

BANDUNG,( Metro Jabar)– Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Penjabat (Pj) Gubernur, baru saja mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang mengatur Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), Upah Minimum Kabupaten (UMK), dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) untuk tahun 2025. Keputusan ini menjadi landasan penting dalam pengupahan di Jawa Barat, yang diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan usaha di tengah tantangan ekonomi global.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengupahan tahun ini. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras Dewan Pengupahan dan seluruh stakeholder yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menghasilkan keputusan strategis.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras semua pihak yang terlibat. Kami menyampaikan penghargaan tulus kepada Dewan Pengupahan dan semua stakeholder yang telah bekerja keras demi mencapainya,” ungkap Ning pada Kamis, 19 Desember 2024.

Menurutnya, Meskipun proses pengupahan telah mencapai keputusan yang disepakati, Ning mengakui bahwa ketidakpuasan adalah hal yang wajar dalam setiap proses tersebut. Baik serikat pekerja maupun pengusaha, keduanya mungkin merasa tidak sepenuhnya puas dengan hasilnya. Untuk pengusaha, kenaikan biaya upah, meskipun sedikit, dapat mempengaruhi daya saing perusahaan. Sementara itu, bagi serikat pekerja, kenaikan tersebut masih dianggap kurang signifikan.

Namun, Ning menambahkan bahwa keputusan Gubernur Jawa Barat, yang senafas dengan kebijakan Presiden untuk menyelamatkan sektor padat karya, memberikan angin segar bagi pengusaha. Terutama di tengah tekanan ekonomi yang berat, di mana penurunan penjualan domestik dan ekspor menjadi masalah yang semakin mendalam.

“Keputusan ini memberikan jalan tengah yang memungkinkan pengusaha tetap menjalankan operasional tanpa harus terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujar Ning.

Keputusan ini diharapkan dapat mengurangi beban pengusaha yang sedang menghadapi pilihan sulit antara mempertahankan usaha atau melakukan PHK massal. Dengan adanya keputusan ini, diharapkan perusahaan bisa terus beroperasi, tanpa mengurangi jumlah tenaga kerja.

Ning Wahyu juga mengajak seluruh elemen di Jawa Barat – pengusaha, serikat pekerja, pemerintah, masyarakat luas, dan media – untuk terus bersinergi dan berkolaborasi demi mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju. Dengan kerjasama yang solid, lebih banyak lapangan kerja bisa tercipta, daya saing bisa ditingkatkan, dan Jawa Barat bisa menjadi provinsi terdepan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Mari kita wujudkan Jabar Hebat, Jabar Maju, Jabar Terbaik. Dengan semangat kebersamaan, kita optimis mampu menghadapi tantangan global dan bersama-sama mencapai Indonesia Emas 2045,” tutup Ning

Dengan langkah strategis dan sinergi antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah, Jawa Barat semakin dekat dengan masa depan yang cerah dan penuh peluang. Jabar Hebat, Jabar Maju, Jabar Terbaik ***

 

Facebook Comments Box

Editor : Caca Cariwan

Sumber Berita : Siaran pers

Berita Terkait

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya
Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang
Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung
Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Liar, Masyarakat Dilarang untuk Membuka
APINDO Jabar Dorong Kepastian Investasi di Tengah Penataan Tata Ruang, Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WIB

Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

Berita Terbaru