Putri Tantia Soroti Masalah SPMB Saat Reses, Banyak Siswa Garut Gagal Masuk Sekolah Negeri

- Reporter

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reses hari terakhir anggota DPRD Garut Putri Tantia di rumah aspirasi Kecamatan Limbangan Garut.

Reses hari terakhir anggota DPRD Garut Putri Tantia di rumah aspirasi Kecamatan Limbangan Garut.

GARUT, METROJABAR.CO.ID– Persoalan dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kembali mencuat dalam agenda reses Anggota DPRD Garut Komisi IV Fraksi Demokrat, Putri Tantia. Dalam reses hari terakhir masa sidang III yang digelar di rumah aspirasi Kecamatan Limbangan, Garut, Rabu (9/7/2025), masyarakat menyampaikan keresahan mengenai banyaknya siswa yang tidak lolos seleksi masuk sekolah negeri, khususnya dari SD ke SMP.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan reses hari terakhir dan banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasinya. Terutama soal pendidikan, yang saat ini menjadi perhatian utama,” ungkap Putri usai reses.

Ia menjelaskan, banyak warga mengeluhkan proses SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) yang dianggap tidak berpihak kepada siswa dari kalangan bawah. Menurutnya, ada kasus di mana siswa sudah mendaftar ke dua sekolah negeri, namun semuanya tidak menerima.

“Ini menjadi polemik. Ketika anak-anak daftar ke satu sekolah negeri tidak diterima, lalu mencoba ke sekolah negeri lain juga gagal. Ini memunculkan risiko anak tidak melanjutkan pendidikan karena tidak ada tempat,” tegasnya.

Politisi Fraksi Demokrat ini menilai, situasi tersebut sangat rawan menyebabkan tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Garut. Oleh sebab itu, ia mendesak Pemerintah Daerah untuk segera memberikan solusi konkret.

“Salah satu solusi yang kami dorong adalah dengan menambah jumlah rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri. Kalau kuota saat ini sudah penuh, seharusnya pemerintah memberikan tambahan agar tidak ada anak yang tertinggal,” katanya.

Putri menyebutkan, Komisi IV DPRD akan secara khusus mengawal aspirasi ini dan menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut agar segera bertindak. Ia pun mengingatkan bahwa persoalan SPMB adalah masalah tahunan yang harus diselesaikan secara sistemik.

“Ini bukan persoalan baru. Setiap tahun muncul, dan solusinya jangan hanya sementara. Harus ada pembenahan sistem dan penambahan infrastruktur pendidikan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa masalah utama terjadi pada jenjang SD ke SMP, bukan pada penerimaan siswa SMP ke SMA. Hal ini menunjukkan bahwa beban terbesar saat ini adalah saat siswa bertransisi dari sekolah dasar ke menengah pertama.

“Kalau untuk SMP ke SMA relatif aman, masalahnya ada di SPMB jenjang SD ke SMP. Ini yang harus diprioritaskan penyelesaiannya,” jelas Putri.

Dengan berakhirnya reses masa sidang ke-3 ini, Putri berharap aspirasi masyarakat bisa menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak ada anak Garut yang gagal mengakses pendidikan karena sistem yang belum sempurna.***

Facebook Comments Box

Editor : Agus Kusmayadi

Sumber Berita : Lipsus

Berita Terkait

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya
Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang
Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung
Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Liar, Masyarakat Dilarang untuk Membuka
APINDO Jabar Dorong Kepastian Investasi di Tengah Penataan Tata Ruang, Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WIB

Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

Berita Terbaru