Selamatkan Bandung Zoo, Firman Manan: Pemkot Harus Bentuk Tim Transisi

- Reporter

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firman Manan, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad).

Firman Manan, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad).

BANDUNG,METROJABAR.CO.ID-Di tengah upaya pemulihan operasional Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) pasca dibukanya police line oleh Kapolda Jawa Barat, muncul seruan kuat agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tampil sebagai pemimpin utama dalam menyelesaikan seluruh permasalahan pengelolaan.

Firman Manan, pengamat kebijakan publik sekaligus akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad), menegaskan bahwa Pemkot Bandung harus menunjukkan ketegasan sebagai pemilik aset sekaligus penyelenggara layanan publik.

Menurutnya, tidak boleh ada ruang bagi pihak mana pun untuk mengambil alih atau menjalankan aktivitas pengelolaan di luar koridor administrasi dan hukum yang berlaku.

“Semua aktivitas terkait Bandung Zoo harus berada di bawah koordinasi langsung Pemkot Bandung, sesuai prosedur resmi yang telah ditetapkan,” tegas Firman dalam keterangannya, Kamis (23/10).

Ia menekankan bahwa Wali Kota Bandung harus menjadi leader dalam penyelesaian konflik ini bukan menyerahkan tanggung jawab kepada pihak eksternal atau menunggu intervensi dari luar.

“Perangkat birokrasi terkait harus digerakkan sebagai leading sector untuk mengembalikan fungsi Bunbin sebagai sarana wisata, edukasi, dan konservasi yang bermanfaat bagi publik, sekaligus sebagai aset produktif yang memberikan kontribusi pendapatan asli daerah,” ujarnya.

Untuk mempercepat penyelesaian, Firman merekomendasikan pembentukan tim asistensi transisi yang terdiri atas perwakilan Pemkot, teknokrat independen, serta praktisi pengelolaan konservasi dan taman satwa.

Tim ini diharapkan mampu merancang skema pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Koordinasi dengan pemerintah pusat dan aparat penegak hukum juga harus terus diperkuat agar proses transisi tetap berada dalam koridor administratif dan legal,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah masih berlarutnya dualisme klaim pengelolaan Bandung Zoo, yang berpotensi mengganggu kesejahteraan ratusan satwa serta nasib ratusan pekerja dan pedagang di sekitar kawasan tersebut.

“Harapannya dengan kepemimpinan kuat dari Pemkot, Bandung Zoo dapat segera pulih dan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bandung,” tandas Firman.***

Facebook Comments Box

Editor : Agus Kusmayadi

Sumber Berita : Rilis

Berita Terkait

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya
Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang
Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung
Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Liar, Masyarakat Dilarang untuk Membuka
APINDO Jabar Dorong Kepastian Investasi di Tengah Penataan Tata Ruang, Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WIB

Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

Berita Terbaru