TKD Berkurang, Pemdaprov Jabar Tetap Prioritaskan Pembangunan untuk Masyarakat

- Reporter

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TKD Berkurang, Pemdaprov Jabar Tetap Prioritaskan Pembangunan untuk Masyarakat.

TKD Berkurang, Pemdaprov Jabar Tetap Prioritaskan Pembangunan untuk Masyarakat.

BANDUNG,METROJABAR.CO.ID-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp2,458 triliun pada 2026 tidak akan menghambat arah pembangunan Jabar. Alokasi anggaran pembangunan untuk kepentingan masyarakat pada 2026 malah meningkat dibandingkan 2025.

Adapun, penghematan pengeluaran akan ditanggung oleh internal Pemdaprov Jabar.

“Tahun 2026 akan menjadi tahun puasa bagi internal Pemdaprov Jabar. Kami akan melakukan efisiensi, tetapi untuk pelayanan publik tetap optimal, bahkan anggarannya malah ditingkatkan,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Jumat (31/10/2025).

Langkah efisiensi akan dilakukan melalui penghematan pada pos perjalanan dinas, konsumsi rapat (makan minum), pembayaran air dan listrik, biaya pemeliharaan, serta alat tulis kantor.

Selain itu, Pemdaprov Jabar juga akan menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi sebagian ASN guna menekan biaya operasional kantor.

“Karena semakin banyak pegawai di kantor, semakin besar pemakaian listrik, air, dan internet,” ungkapnya.

Jaringan air bersih

Lebih lanjut KDM berharap bahwa dana TKD yang dipangkas sebesar Rp2,458 triliun itu dapat diterima kembali karena anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan jaringan air bersih di seluruh kabupaten/kota di Jabar.

“Kalau dana Rp2,458 triliun itu bisa kami gunakan, tiap kabupaten/kota akan mendapat sekitar Rp75 miliar untuk investasi jaringan air bersih,” jelasnya.

Pemdaprov Jabar juga berencana menjadi pemegang saham di PDAM seluruh daerah di Jawa Barat melalui penyertaan modal dalam bentuk pembangunan jaringan air bersih. Hasil keuntungan PDAM nantinya akan disetorkan kembali ke kas daerah sebagai pendapatan asli daerah (PAD).

“Pajak yang dibayar harus kembali dalam bentuk investasi untuk jaringan air bersih,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Editor : Agus Kusmayadi

Sumber Berita : Humas Jabar

Berita Terkait

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya
Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang
Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung
Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Liar, Masyarakat Dilarang untuk Membuka
APINDO Jabar Dorong Kepastian Investasi di Tengah Penataan Tata Ruang, Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WIB

Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

Berita Terbaru