Metro Jabar.co.id – Suara tegas menggema dari Taman Bukit Ligar RW 05, Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Minggu (1/3/2026). Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menegaskan satu pesan yang tak bisa ditawar: pelayanan kesehatan tidak boleh dibatasi oleh keyakinan apa pun.
Pernyataan lantang itu disampaikan dalam kegiatan Penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) bidang kesehatan yang dikemas bersamaan dengan pengobatan gratis bagi warga. Lebih dari 500 warga dari RW 01 hingga RW 27 memadati lokasi sejak pagi, menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap layanan kesehatan berbasis HAM.
Acara yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB ini merupakan kolaborasi Kanwil Kementerian HAM Jawa Barat dengan Paguyuban Ragi. Turut hadir Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Paul Jadu, Lurah Cibeunying, para Ketua RW, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga perangkat wilayah Kecamatan Cimenyan.
“Kesehatan Adalah Hak, Bukan Pilihan”
Dalam sambutannya, Hasbullah Fudail menegaskan bahwa hak atas kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara yang tidak boleh dibatasi oleh latar belakang agama, keyakinan, suku, maupun status sosial.
“Pendekatan HAM dalam pelayanan kesehatan bukan hanya soal ada atau tidaknya layanan. Tapi juga tentang kesetaraan, aksesibilitas, partisipasi, dan non-diskriminasi,” tegasnya di hadapan ratusan warga.
Menurutnya, pembangunan kesehatan berbasis HAM bukan sekadar program administratif, melainkan fondasi untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, adil, dan berdaya. Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong warga Bukit Ligar yang membuat kegiatan berjalan lancar dan penuh kehangatan.
Pengobatan Gratis Diserbu Warga
Tak hanya sosialisasi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pengobatan gratis yang langsung dimanfaatkan masyarakat. Warga dari berbagai usia—mulai dari lansia hingga anak-anak—mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
Bagi sebagian warga, momentum ini menjadi kesempatan langka untuk berkonsultasi kesehatan tanpa beban biaya. Suasana penuh kepedulian terasa kental, memperlihatkan bahwa akses kesehatan yang setara memang menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat.
Ruang Dialog dan Aspirasi Masyarakat
Selain pelayanan medis, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi serta kebutuhan riil terkait layanan kesehatan di wilayah mereka.
Kanwil Kementerian HAM Jawa Barat mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga subjek aktif dalam pembangunan berbasis HAM. Pendekatan partisipatif ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif bahwa hak atas kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Komitmen Perluas Program HAM di Jawa Barat
Kegiatan di Cibeunying menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam memperluas penguatan nilai-nilai HAM hingga ke tingkat akar rumput.
Ke depan, Kanwil Kementerian HAM Jawa Barat bertekad memperluas jangkauan program serupa ke berbagai daerah di Jawa Barat. Tujuannya jelas: memastikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dari Cibeunying, pesan itu mengalir deras—kesehatan adalah hak semua orang, tanpa kecuali.












