BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering

- Reporter

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG prediksi sebagian besar wilayah Jabar alami musim kemarau lebih kering.

BMKG prediksi sebagian besar wilayah Jabar alami musim kemarau lebih kering.

BANDUNG,METROJABAR.CO.ID – Sebagian besar wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami musim kemarau lebih kering dibandingkan kondisi biasanya pada 2026. Bahkan, musim kemarau tahun ini disebut lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis dalam 30 tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat Vivi Indhira dalam kegiatan _Press Release_ Musim Kemarau Jawa Barat 2026 yang diselenggarakan oleh BMKG secara daring, Selasa (14/4/2026).

Vivi mengatakan, sebanyak 93 persen wilayah di Jawa Barat akan mengalami sifat hujan di bawah normal saat musim kemarau. Artinya, curah hujan bakal lebih rendah dibandingkan rata-rata normalnya sehingga musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan biasanya.

Adapun, sejumlah wilayah yang mengalami kondisi tersebut, di antaranya Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Cirebon dan Kuningan.

Hanya sebagian kecil atau 7 persen wilayah di Jawa Barat yang mengalami sifat hujannya normal dibandingkan kondisi biasanya.

Selain lebih kering, musim kemarau tahun ini juga diprediksi berlangsung lebih panjang di sebagian besar atau 81 persen wilayah di Jawa Barat. Wilayah yang akan mengalami kondisi tersebut, di antaranya Sukabumi, Karawang, Indramayu dan Kota Tasikmalaya.

Hanya sebagian kecil atau 10 persen wilayah yang durasi musim kemaraunya sama dengan kondisi normal, terutama di bagian tengah dan timur Jawa Barat. Sementara itu, 7 persen wilayah di Jabar seperti Cimahi akan mengalami musim kemarau lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, khusus Kota Bogor, hujan diprediksi cenderung terjadi sepanjang tahun sehingga perbedaan musim kemarau dan hujan tidak tampak.

Dikatakan Vivi, sebagian besar atau 56 persen wilayah di Jawa Barat akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, seperti Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya.

Kemudian, 30 persen wilayah di Jabar akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, di antaranya Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Cianjur dan Kota Sukabumi.

Hanya 10 persen wilayah di Jabar yang sudah memasuki musim kemarau pada April 2026 dan 2 persen pada Maret 2026.

Selanjutnya, BMKG memprediksi sebagian besar atau 90 persen wilayah di Jawa Barat mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Rekomendasi BMKG

Menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan panjang, BMKG merekomendasikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan waduk dan bendungan. Selain itu, perlu dilakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi embung atau tampungan air.

“Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat. Kita juga perlu hemat air,” kata Vivi.

Pada sektor pertanian, ia mengimbau petani untuk menyesuaikan kalender tanam dengan menghindari menanam saat puncak kemarau. Gunakan varietas tanaman yang tahan kering atau beralih ke komoditas palawija. Optimalisasikan juga irigasi yang hemat air.

Musim kemarau yang lebih kering dan panjang juga tak lepas dari potensi bencana. Oleh karena itu, BMKG mengimbau pihak terkait untuk siap menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan.

Selain itu, agar musim kemarau tak mempengaruhi sektor energi dan lingkungan, maka perlu dipastikan kapasitas air di bendungan untuk operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Tak kalah penting, saat musim kemarau, masyarakat diimbau menjaga kesehatan. “Antisipasi peningkatan infeksi saluran pernafasan akut akibat asap. Awasi juga kualitas sanitasi saat pasokan air berkurang,” ucap Vivi.***

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Kusmayadi

Editor : Tim Metrojabar

Sumber Berita : Humas Jabar

Berita Terkait

Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohong
Aliansi Masyarakat Cianjur Kawal Persidangan Persiapan di PN Cianjur Dukung Polda Jabar Bongkar Skandal Sertifikat Ilegal senilai Rp200 Miliar
KDM : Uang Pesta Pernikahan Lebih Baik untuk Beli Rumah
Pemkot Cirebon Perkuat Implementasi HAM, Sinergi Lintas Sektor Kian Diperkuat
Perkuat Sinergi, Perhutani Dukung Evaluasi Kemitraan Kehutanan di Bandung Utara
Penataan Kawasan Gedung Sate Perkuat Simbol Pusat Pemerintahan Jawa Barat
PLN UP3 Majalaya Gencarkan Edukasi Keselamatan Listrik, Masyarakat Diimbau Jaga Jarak Aman
Tim SAR Kompi 1 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar bersama BPBD Garut Tinjau Jembatan Putus yang Menghubungkan 2 Desa di Pakenjeng

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:11 WIB

Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohong

Rabu, 15 April 2026 - 12:00 WIB

Aliansi Masyarakat Cianjur Kawal Persidangan Persiapan di PN Cianjur Dukung Polda Jabar Bongkar Skandal Sertifikat Ilegal senilai Rp200 Miliar

Rabu, 15 April 2026 - 09:02 WIB

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering

Rabu, 15 April 2026 - 08:48 WIB

KDM : Uang Pesta Pernikahan Lebih Baik untuk Beli Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 07:38 WIB

Pemkot Cirebon Perkuat Implementasi HAM, Sinergi Lintas Sektor Kian Diperkuat

Berita Terbaru

Seorang pria dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat melakukan penebangan pohon di Kampung Pasirastana, Desa Pasirwaru, Kecamatan Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, Selasa (14/4/2026).

Uncategorized

Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohong

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:11 WIB