Saat Sang Cobra Menutup Mata, Mahawarman Kehilangan Sosok yang Tak Tergantikan

- Reporter

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rochmat Surjawan bin Suparman (Wawan Cobra) anggota Corps Mahawarman angkatan 80 meninggal dunia.

Rochmat Surjawan bin Suparman (Wawan Cobra) anggota Corps Mahawarman angkatan 80 meninggal dunia.

BANDUNG,METROJABAR.CO.ID – Rabu 22 April 2026 pukul 07.05 WIB, langit Bandung terasa muram. Kabar duka datang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Rochmat Surjawan bin Suparman (NBP D 8011860), Angkatan 80 Corps Mahawarman, atau yang lebih dikenal sebagai Wawan Cobra, mengembuskan napas terakhirnya setelah lebih dari sebulan berjuang melawan sakit.

Bagi keluarga, ia adalah ayah, saudara, dan tempat bersandar. Namun bagi banyak orang di lingkungan Menwa Jawa Barat dan Corps Mahawarman, kepergian Wawan Cobra terasa seperti runtuhnya satu pohon besar tempat banyak orang berteduh.

Nama Wawan Cobra bukan nama asing, Julukan itu melekat karena keahliannya menaklukkan ular. Tapi sesungguhnya, yang paling hebat dari dirinya bukan kemampuan menjinakkan hewan berbisa, melainkan kemampuannya menenangkan manusia yang sedang dicekam rasa takut.

Dalam latihan survival, saat peserta lain panik melihat ular atau menghadapi medan berat, Wawan Cobra justru hadir dengan ketenangan. Dengan suara rendah dan tatapan teduh, ia mengajarkan bahwa keberanian bukan soal tak punya rasa takut, melainkan tetap melangkah meski takut datang menghampiri.

Di kalangan junior, namanya disebut dengan hormat, di kalangan senior, ia dihargai tanpa perlu banyak bicara. Tetapi yang paling dikenang justru bukan keberaniannya, melainkan kerendahan hatinya.

Iwan Gumilar atau Gumi, anggota Corps Mahawarman Kompie B Unisba, masih sulit menahan haru saat mengenang almarhum.

“Beliau itu sosok yang sangat kami banggakan. Walaupun senior besar di Mahawarman, beliau selalu menyapa dengan sopan. Bahkan ke saya selalu bilang, ‘Pak Iwan’. Saya selalu terharu, orang sebesar beliau, tapi begitu menghargai orang lain,” ujar Gumi.

Ucapan sederhana itu mungkin terdengar biasa. Namun bagi banyak orang, di situlah letak kebesaran Wawan Cobra. Ia tidak merasa tinggi karena pengalaman, tidak merasa besar karena dihormati. Ia justru memuliakan orang lain dengan sikapnya.

Tak semua orang dikenang karena pangkat atau jabatan. Ada yang tetap hidup dalam ingatan karena tutur kata, karena perhatian kecil, karena kesediaannya hadir ketika orang lain membutuhkan.Wawan Cobra adalah salah satunya.

Rabu siang itu, di TPU Sirnaraga Kota Bandung, tanah merah menjadi saksi perpisahan terakhir. Langkah para sahabat terasa berat. Beberapa menunduk menahan air mata, sebagian lain hanya diam memandangi pusara yang perlahan tertutup tanah.

Mereka tahu, yang pergi hari itu bukan sekadar seorang senior. Yang pergi adalah teladan. Sosok yang selama ini berdiri paling depan saat ada kesulitan, namun memilih berada paling belakang saat pujian datang.

Kini barak akan terasa lebih sepi, jalur latihan akan terasa berbeda, dan setiap cerita tentang keberanian akan selalu menyebut satu nama: Wawan Cobra.

Selamat jalan, Rochmat Surjawan bin Suparman.Engkau mungkin telah tiada, tetapi jejakmu tinggal dalam hormat para junior, dalam kenangan para sahabat, dan dalam doa orang-orang yang pernah merasakan kebaikanmu.

Jaya Mahawarman sepanjang masa.Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di surga terbaik.Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.***

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Kusmayadi

Editor : Tim Metrojabar

Sumber Berita : Wawancara

Berita Terkait

Hindari Berhutang, KDM Anjurkan Masyarakat Menikah Secara Sederhana
440 Jemaah Calon Haji Kloter Satu Asal Kota Bandung Diberangkatkan ke Asrama Embarkasi KJT Indramayu
Mayjen TNI Kosasih Membuka Secara Resmi Siliwangi Santri Camp (SSC) Jabar-Banten
Soal Video Viral Bayi Nyaris Tertukar,Pihak RSHS Sebut Murni Kesalahan Prosedur dan Kelalaian Petugas
KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta
Sekda Jabar Herman Suryatman Angkat Bicara Terkait Kasus Viral Dugaan Tukar Bayi di RSHS

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 21:23 WIB

Saat Sang Cobra Menutup Mata, Mahawarman Kehilangan Sosok yang Tak Tergantikan

Rabu, 22 April 2026 - 09:48 WIB

Hindari Berhutang, KDM Anjurkan Masyarakat Menikah Secara Sederhana

Rabu, 22 April 2026 - 09:32 WIB

440 Jemaah Calon Haji Kloter Satu Asal Kota Bandung Diberangkatkan ke Asrama Embarkasi KJT Indramayu

Jumat, 17 April 2026 - 20:58 WIB

Mayjen TNI Kosasih Membuka Secara Resmi Siliwangi Santri Camp (SSC) Jabar-Banten

Kamis, 16 April 2026 - 12:56 WIB

Soal Video Viral Bayi Nyaris Tertukar,Pihak RSHS Sebut Murni Kesalahan Prosedur dan Kelalaian Petugas

Berita Terbaru