Sertifikat Elektronik dan Sistem Antrian Terbaru Salah Satu Layanan Terbaik Kantor Pertanahan Kota Bandung

- Reporter

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wiganjar, Koordinator subsi Pemeliharaan Hak Ruang Tanah dan Pembinaan PPAT Kantor Pertanahan Kota Bandung, bersama jajaran Pimti saat memberikan sosialisasi ke masyarakat pemohon sertifikat elektronik di Cikutra Kota Bandung.

Wiganjar, Koordinator subsi Pemeliharaan Hak Ruang Tanah dan Pembinaan PPAT Kantor Pertanahan Kota Bandung, bersama jajaran Pimti saat memberikan sosialisasi ke masyarakat pemohon sertifikat elektronik di Cikutra Kota Bandung.

BANDUNG, METROJABAR.CO.ID– Kantor Pertanahan Kota Bandung semakin memaksimalkan inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam hal sertifikat elektronik.

Wiganjar, Koordinator subsi Pemeliharaan Hak Ruang Tanah dan Pembinaan PPAT Kantor Pertanahan Kota Bandung, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk menciptakan sistem administrasi pertanahan yang lebih aman dan efisien.

“Pelayanan menjadi prioritas utama kami, terutama dalam mengedukasi masyarakat tentang manfaat sertifikat elektronik. Sistem digital ini tidak hanya meningkatkan keamanan dokumen, tetapi juga memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses sertifikat kapan saja dan di mana saja,” ujar Wiganjar saat ditemui di Kantor Pertanahan Kota Bandung, Senin, 10 Maret 2025

Sertifikat elektronik merupakan langkah besar untuk melindungi dokumen pertanahan dari pemalsuan. Data yang tersimpan dalam sistem digital dapat diakses hanya oleh pemiliknya, dan masyarakat bisa secara online didalam mengurus sertifikat.

“Kami ingin masyarakat tidak perlu takut datang ke kantor kami. Loket kami terbuka lebar, dan kami siap memberikan informasi secara transparan,” tambah Wiganjar.

Selain itu, Kantor Pertanahan Kota Bandung juga berinovasi dengan menerapkan sistem antrian yang lebih teratur. Dalam beberapa minggu terakhir, sistem ini berhasil menciptakan suasana lebih tertib tanpa adanya kerumunan.

“Kami memberlakukan antrian terukur dan pelayanan dimulai tepat waktu. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional dan efisien,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Wiganjar juga menyoroti pentingnya saluran pengaduan online yang dapat diakses kapan saja oleh masyarakat. Setiap pengaduan akan segera ditanggapi dan ditindaklanjuti oleh tim yang telah disiapkan.

“Kami siap merespons setiap permasalahan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluhan ditangani dengan cepat dan tuntas,” tegasnya.

Masyarakat, kata Wiganjar, diharapkan dapat lebih memahami perubahan ini, terutama dalam hal digitalisasi sertifikat yang membawa banyak manfaat. “Sertifikat elektronik ini adalah maha karya kami yang telah dipersiapkan dengan matang. Kami ingin memastikan semua sistem ini melindungi hak masyarakat dengan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Imam, seorang warga RW 3, Cigadung Raya Tengah, yang menerima sosialisasi langsung dari pihak Kantor Pertanahan Kota Bandung, memberikan tanggapannya terkait pelayanan yang diterima. Imam mengapresiasi langkah Kantor Pertanahan Kota Bandung dalam meningkatkan pelayanan, meskipun ada beberapa aspek yang menurutnya masih perlu diperbaiki.

“Saya melihat pelayanannya sudah cukup bagus, orang-orangnya serius menangani masalah. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait dengan kelengkapan data. Jangan sampai kita datang berkali-kali karena kekurangan data,” ujar Imam.

Imam juga menyarankan agar sistem pengurusan sertifikat lebih efisien dan tidak memaksa warga untuk bolak-balik. “Cukup sekali atau dua kali datang, jangan sampai harus bolak-balik berkali-kali hanya untuk melengkapi dokumen. Itu sangat mengganggu waktu kita,” tambahnya.

Berkaitan dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses sertifikasi, Imam berharap ke depannya proses tersebut bisa lebih dipercepat.

Imam juga menyoroti pentingnya sosialisasi yang lebih intensif mengenai perubahan ke sertifikat digitwal. Hal ini perlu dijelaskan dengan lebih jelas agar tidak ada kebingungannya,” jelas Imam.

Lebih lanjut, Imam berharap ada pengumuman resmi mengenai berlakunya sertifikat digital agar masyarakat yang sudah memiliki sertifikat manual tahu kapan dan bagaimana mereka bisa beralih ke sistem digital.

“Masyarakat perlu diberitahu lebih jelas, karena ada yang belum tahu bahwa sertifikat analog akan tidak berlaku lagi. Ini penting agar tidak ada kesalahpahaman,” kata Imam.

Imam juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk memastikan transisi yang lancar menuju digitalisasi. Masyarakat diharapkan semakin terbuka terhadap perubahan ini, yang tidak hanya memudahkan proses administrasi tetapi juga meningkatkan keamanan data pertanahan.

Dengan adanya sertifikat elektronik dan berbagai inovasi pelayanan ini, diharapkan Kantor Pertanahan Kota Bandung dapat terus memberikan pelayanan yang lebih efisien, aman, dan transparan bagi seluruh masyarakat ***

Facebook Comments Box

Editor : Agus Kusmayadi

Sumber Berita : Lipsus

Berita Terkait

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya
Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang
Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung
Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Liar, Masyarakat Dilarang untuk Membuka
APINDO Jabar Dorong Kepastian Investasi di Tengah Penataan Tata Ruang, Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WIB

Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

Berita Terbaru