Sekda Herman Suryatman Dorong Aksi Nyata Penanganan Cekungan Bandung

- Reporter

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Jabar Herman Suryatman menghadiri rapat Koordinasi dan Akselerasi Pengembangan Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung di Ruang Soehoed Warnaen Lt.3, Bappeda Jabar Jalan Ir. H. Juanda No. 287, Kota Bandung, Jumat (1/8/2025).

Sekda Jabar Herman Suryatman menghadiri rapat Koordinasi dan Akselerasi Pengembangan Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung di Ruang Soehoed Warnaen Lt.3, Bappeda Jabar Jalan Ir. H. Juanda No. 287, Kota Bandung, Jumat (1/8/2025).

BANDUNG,METROJABAR.CO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman membahas enam isu strategis serta penanganan super prioritas Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung.

Pembahasan dilakukan dalam Rapat Koordinasi dan Akselerasi Pengembangan Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung di Ruang Soehoed Warnaen, Lantai 3, Bappeda Jabar, Jalan Ir. H. Juanda No. 287, Kota Bandung, Jumat (1/8/2025).

Enam isu super prioritas tersebut meliputi penataan ruang perumahan dan permukiman, transportasi, sumber daya air, persampahan, tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Sekda Herman menekankan pentingnya integrasi transportasi di wilayah Cekungan Bandung, termasuk jalur kereta api dan Bus Rapid Transit (BRT). Ia meminta efektivitas BRT ditingkatkan, terutama dalam penataan shelter dan lokasi pemberhentian yang dinilai belum tertib.

“Sebelum Gubernur turun ke lapangan, tolong ditata bersama Pemerintah Kota Bandung. Transportasi di Cekungan Bandung harus terhubung secara ideal,” tegasnya.

Terkait sumber daya air, Sekda menyoroti masih rendahnya kualitas air Sungai Citarum yang berada pada kisaran indeks 50 dari skala 0–100. Kondisi ini menunjukkan Citarum masih dalam kategori cemar ringan.

“Ini persoalan sumber daya air. Kualitas air bersih kita di Cekungan Bandung masih rendah. Indeks kualitas Citarum baru 50-an dari skala 100. Ini pekerjaan rumah kita bersama,” ungkapnya.

Selain itu, persoalan persampahan juga mendapat perhatian. Beban TPA Sarimukti dinilai semakin berat dan berdampak pada pencemaran sungai. Sekda mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) seperti yang telah diterapkan di Sukabumi dengan offtaker industri semen.

“Kuncinya pilah-pilih sejak dari rumah tangga. Sampah organik dan anorganik jangan dicampur,” ujarnya.

Ia juga menegaskan perlunya ketegasan pemerintah daerah dalam menertibkan pengelolaan sampah. Camat dan lurah diminta menjalankan target pengurangan sampah dengan indikator jelas dan terukur.

“Berikan waktu enam bulan. Jika tidak ada progres, lakukan evaluasi jabatan,” tegasnya.

Sekda Herman mengingatkan seluruh kepala daerah di wilayah Cekungan Bandung untuk menyusun rencana aksi penanganan enam isu prioritas secara terukur dengan komitmen bersama.

“Pertemuan ini harus menjadi titik masuk penanganan Cekungan Bandung secara super serius. Jangan banyak mengeluh, yang penting langkah nyata,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri para Sekretaris Daerah wilayah Bandung Raya, meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.***

Facebook Comments Box

Editor : Agus Kusmayadi

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda
KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Kirab Budaya Digelar di Bandung, Catat Rute dan Kantong Parkirnya
Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang
Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung
Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Liar, Masyarakat Dilarang untuk Membuka
APINDO Jabar Dorong Kepastian Investasi di Tengah Penataan Tata Ruang, Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Tandai Puncak Milangkala Tatar Sunda

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:00 WIB

KDM Dukung Pembuatan Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:47 WIB

Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Bandung Tindak Tegas Puluhan WNA Bermasalah di Subang

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Narkoba Disembunyikan di Organ Intim, Aksi Pengunjung Wanita Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jelekong Bandung

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kantor Pertanahan Kota Bandung Gelar Medical Check Up Bersama Kimia Farma, Dorong Kinerja Pegawai Lebih Optimal

Berita Terbaru