METRO JABAR.CO.ID — Lapas Kelas I Sukamiskin bergerak cepat. Hanya satu hari setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra swasta, lembaga pemasyarakatan itu langsung mengeksekusi program perdana berupa Pelatihan Teknis Pengolahan Sampah Organik dan Budidaya Black Soldier Fly (BSF) untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah ini menandai babak baru pembinaan berbasis green economy di lingkungan Lapas, (21/10) belum lama ini.
Pelatihan yang digelar di Aula Lapas Sukamiskin itu menghadirkan atmosfer antusias. WBP terpilih duduk menyimak materi, sementara para pejabat dan pihak mitra memantau langsung jalannya kegiatan yang disebut-sebut sebagai “mesin penggerak” awal Proyek Perubahan pembinaan kemandirian.
Dihadiri Pejabat Utama dan Mitra Strategis
Pembukaan pelatihan menjadi momen penting yang menunjukkan keseriusan berbagai pihak dalam mendukung program ini. Hadir di lokasi:
- Medi Oktafiansyah, S.Psi., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan sekaligus Project Leader Proyek Perubahan
- Kabid Kegiatan Kerja Lapas Sukamiskin, yang mengoordinasikan jalannya program pembinaan kerja
- Perwakilan PT Ladang Pangan Sejahtera, mitra swasta yang menyediakan materi teknis dan pendampingan lapangan
Sinergi ketiga pihak ini diyakini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya inovasi pembinaan yang berkelanjutan.
Mengubah Limbah Dapur Jadi Komoditas Bernilai Tinggi
Dalam sambutannya, Medi Oktafiansyah menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tonggak awal dari output jangka pendek Proyek Perubahan yang sedang dijalankan.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi keterampilan yang aplikatif. Sampah organik dari dapur yang tadinya menjadi masalah, mulai hari ini kita ubah menjadi komoditas bernilai tinggi lewat budidaya maggot BSF, pembuatan pelet pakan, dan pupuk organik,” ujarnya.
WBP peserta pelatihan dipilih secara khusus untuk menjadi motor penggerak Tim Pilot Project Pengolahan Sampah Organik tim yang nantinya akan mengoperasikan unit produksi hijau di lingkungan Lapas.
Materi Berfokus pada Zero Waste dan Keahlian Praktis
Materi pelatihan dirancang padat, aplikatif, dan langsung menyentuh keterampilan inti yang dibutuhkan industri hijau:
- Manajemen Sampah Organik: pemilahan, higienitas, dan teknik persiapan media
- Budidaya BSF: pengembangbiakan, perawatan larva, panen maggot, serta pemanfaatan residu menjadi pupuk
Melalui pelatihan ini, WBP dibekali kemampuan teknis yang tidak hanya bisa diaplikasikan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi modal keterampilan saat kembali ke masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Transformasi SDM Pemasyarakatan
Perwakilan Lapas Sukamiskin menegaskan bahwa kolaborasi antara Lapas, WBP, dan mitra swasta menjadi elemen penting dalam keberhasilan program ini.
“Kolaborasi semacam ini adalah formula ideal dalam mencetak SDM pemasyarakatan yang mandiri, produktif, dan mendukung agenda green economy pemerintah,” ujarnya.
Dengan dimulainya pelatihan ini, Lapas Sukamiskin menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor pembinaan berbasis industri hijau di Indonesia. Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi WBP sebuah pendekatan pembinaan yang modern, relevan, dan bernilai strategis***












