Bandung, METROJABAR.CO.ID | Pengamanan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi elemen krusial dalam mencegah gangguan keamanan. Di Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, kesiapan sarana pengamanan, termasuk senjata api yang digunakan petugas, kembali diperiksa oleh jajaran Polda Jawa Barat melalui Direktorat Intelkam.
Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy, Ronny Widyatmoko, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan, pengawasan, pengendalian, serta pengecekan administrasi dan fisik senjata api. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Surat Perintah Direktur Intelijen Keamanan Polda Jabar Nomor Sprin/1443/XI/PP.4.2.5/2025 tanggal 20 November 2025.
“Senjata api yang ada di Lapas diperiksa secara menyeluruh oleh Direktorat Intelkam Polda Jabar, baik dari sisi administrasi maupun fisiknya,” ujar Ronny pada Rabu, 26 November 2025.
Pengecekan dilakukan oleh tujuh anggota Subdit Kamneg, didampingi Kepala Seksi Administrasi Kamtib, Kepala KPLP, Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib, serta staf, bertempat di Ruang Senjata Gedung Teknis.
Ronny memaparkan hasil pemeriksaan sebagai berikut:
- Pistol sebanyak 9 pucuk (8 baik, 1 rusak)
- Senjata bahu Pindad Kal 12 GA sebanyak 3 pucuk (baik)
- Senjata Pelontar Anti Huru Hara Kal 38 mm sebanyak 1 pucuk (baik)
- Flashball Verney Carron sebanyak 3 pucuk (baik)
- Pepper Gun sebanyak 7 pucuk (baik)
- Semprotan Gas Byrna sebanyak 3 pucuk (baik)
- Shotgun Chamber/Kal 3 mm sebanyak 5 pucuk (rusak berat)
- Amunisi sebanyak 8.573 butir (2.542 butir tidak layak)
- Buku Pas dan Senjata Gas Byrna ditemukan telah habis masa berlaku dan perlu diperbarui
Ronny menegaskan bahwa pemeriksaan ini menjadi tolok ukur untuk memastikan ketertiban administrasi serta kondisi fisik dan kelayakan senjata api di Lapas Banceuy. “Dengan pengecekan dari Polda Jabar, kami mengetahui kondisi senjata dan amunisi, apakah masih layak digunakan dan apakah administrasinya sesuai,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Banceuy, Andhika Saputra, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut pemeriksaan sangat membantu bidang pengamanan dalam memastikan kesiapan senjata untuk menghadapi kondisi darurat.
“Dengan adanya pengecekan ini, kami dapat mengetahui secara pasti kondisi fisik senjata api yang ada di Lapas Banceuy,” ujar Andhika. ***












