Bangkit dari Balik Jeruji, Produk Warga Binaan Rutan Medan Menembus Pasar dan Dapur Program Nasional

- Reporter

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metro Jabar.co.id – Medan – Dari balik tembok tinggi dan jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, lahir kisah kebangkitan yang tak biasa. Bukan tentang hukuman, melainkan tentang harapan. Bukan tentang masa lalu, melainkan tentang masa depan. Di tempat yang kerap dipersepsikan sebagai akhir segalanya, justru tumbuh semangat kemandirian yang kini menjelma menjadi produk bernilai ekonomi dan sosial: tempe, roti, dan keripik yang berhasil menembus pasar.

Meski fungsi utama Rutan Kelas I Medan adalah pelayanan dan perawatan terhadap tahanan, pembinaan kemandirian dijalankan bukan sekadar rutinitas administratif. Program ini digarap secara serius, terukur, dan berorientasi hasil. Dampaknya pun nyata. Produk hasil tangan warga binaan kini menjadi bagian dari rantai pasok pangan, mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dapur Sehat Rutan Medan, hingga sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Medan.

Tempe produksi warga binaan tak hanya mengisi piring makan, tetapi juga membawa pesan bahwa keterbatasan ruang tak mampu membatasi kualitas. Begitu pula keripik dan roti yang diproduksi, yang kini ikut memperkuat sektor UMKM, menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam rutan mampu melahirkan produk yang layak jual, layak konsumsi, dan bernilai sosial tinggi.

Tak main-main, produk tempe dan roti hasil pembinaan ini telah mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kota Medan serta izin edar dari BPOM. Sertifikasi ini menjadi penegasan bahwa proses produksi di balik jeruji tetap memenuhi standar kehalalan, kebersihan, dan keamanan pangan yang ketat.

Seluruh capaian tersebut berawal dari pelatihan keterampilan yang digelar secara profesional dan berkelanjutan. Warga binaan dibekali pelatihan pengolahan tempe berbasis higienitas pangan, produksi dan pengemasan aneka keripik, hingga pembuatan roti lengkap dengan manajemen usaha dan dasar kewirausahaan.

Program ini terwujud melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, seperti Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang, serta BPJS Ketenagakerjaan Deli Serdang, memastikan materi pelatihan selaras dengan standar kompetensi kerja dan kebutuhan pasar.

Sebagai bentuk pengakuan resmi, warga binaan peserta pelatihan juga menerima sertifikat keterampilan dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan. Sertifikat ini bukan sekadar selembar kertas, melainkan modal masa depan—bekal kepercayaan diri dan legitimasi keterampilan saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

Lebih dari itu, hasil penjualan produk pembinaan turut memberikan premi berupa tabungan bagi warga binaan. Tabungan ini menjadi bekal awal untuk memulai hidup baru, membuka usaha, dan berdiri tegak secara ekonomi setelah masa pidana berakhir.

Kisah dari Rutan Kelas I Medan ini membuktikan bahwa pembinaan yang terarah dan kolaboratif mampu mengubah stigma menjadi prestasi. Dari balik jeruji, warga binaan tak hanya belajar bertahan, tetapi juga bangkit, berkarya, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Bagi masyarakat yang ingin memesan produk tempe, roti, dan keripik hasil karya warga binaan, dapat menghubungi RAGUSTA BAKERY di nomor 081-3311-3310. Dari dapur pembinaan, lahir rasa, harapan, dan masa depan***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sepekan Usai Idulfitri, Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Turun
Dibalik Ramainya Angkutan Lebaran 2026, Ratusan Porter Hadir Berikan Kenyamanan di wilayah Daop 2 Bandung
Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026
Relawan Komunitas Railfans dan Pramuka Rela Tinggalkan Libur Lebaran demi Layani Pelanggan di Wilayah Daop 2 Bandung
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 94 Ribu Pelanggan Selama Dua Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Khusus Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Keberangkatan
Hari Ke-8 Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Catat Pelayanan Tertinggi Pada Arus Mudik
PLN UP3 Majalaya Siapkan 23 Titik SPKLU, Mudik Idul Fitri 2026 Pengguna Kendaraan Listrik Kian Nyaman

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 20:58 WIB

Sepekan Usai Idulfitri, Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Turun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:54 WIB

Dibalik Ramainya Angkutan Lebaran 2026, Ratusan Porter Hadir Berikan Kenyamanan di wilayah Daop 2 Bandung

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:23 WIB

Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:46 WIB

Relawan Komunitas Railfans dan Pramuka Rela Tinggalkan Libur Lebaran demi Layani Pelanggan di Wilayah Daop 2 Bandung

Senin, 23 Maret 2026 - 14:04 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 94 Ribu Pelanggan Selama Dua Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Berita Terbaru

Rumah kediaman Wakil DPRD Jabar,Ono Surono di kawasan Kel. Gumuruh,Kec.Batununggal,Kota Bandung.

Uncategorized

KPK Geledah Rumah Kediaman Ono Surono di Bandung

Rabu, 1 Apr 2026 - 21:06 WIB