BANDUNG, METROJABAR.CO.ID – Perkataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meminta agar Gen Z tidak menggelar pesta pernikahan megah rupanya bukan hanya isapan jempol saja, namun dipastikan akan segera direalisasikan melalui Surat Edaran.
Rencana ini, nantinya akan tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang kini masih dibahas bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
KDM mengajak masyarakat secara luas khususnya Generasi Z, untuk tidak memaksakan diri menggelar pesta pernikahan atau hajatan dengan biaya besar,lebih baik menggunakan uang untuk membeli rumah.
Kang Dedi menyatakan, Surat Edaran (SE) tersebut nantinya dikeluarkan sebagai bentuk imbauan kepada masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah, agar lebih bijak dalam menggelar acara seperti pernikahan dan khitanan.
“Surat edarannya belum dibuat. Tapi andai kata dibuat, sifatnya adalah ajakan buat masyarakat yang berpenghasilan rendah, mereka melaksanakan hajatan khitanan atau nikahan sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan biaya tinggi dan menjadi beban utang,” kata dia, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Beberapa masyarakat di Jawa Barat, kata Dedi masih terlihat adanya praktik tersebut, dan kerap memaksakan diri menggelar pesta besar demi gengsi sosial, meski harus berutang dalam jumlah besar.
“Kita tahu di berbagai tempat banyak orang memaksakan diri melaksanakan khitanan dan pernikahan, menimbulkan utang besar sehingga jadi problem dan menambah angka kemiskinan,” ucapnya.
Sebelumnya, Dedi menyarankan agar Gen Z saat ini menikah dengan cukup di Kantor Urusan Agama (KUA), daripada memaksakan menggelar pesta yang mewah,Menurut Dedi lebih baik uangnya buat membeli rumah.***
Penulis : Agus Kusmayadi
Editor : Tim Metrojabar
Sumber Berita : Wawancara












